Lagu “Tampa Kaweng” Angkat Kisah Cinta dan Budaya Leluhur Tanimbar

  • 17 Agt 2026 16:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon : Penyanyi sekaligus pencipta lagu Meifhy Pattikawa mengangkat kisah cinta, adat, dan budaya leluhur Tanimbar melalui lagu “Tampa Kaweng”. Lagu yang dirilis pada 27 Juni 2026 itu terinspirasi dari kisah nyata Pak Soleman Jambormias yang disampaikan saat berada di Merauke.

Meifhy mengatakan, Tampa Kaweng berkaitan dengan tradisi leluhur Tanimbar mengenai hubungan perjodohan antarsepupu yang bertujuan menjaga keberlanjutan garis keturunan. Namun, Pak Soleman tidak mengetahui tradisi tersebut karena sejak kecil tinggal di Merauke dan jarang kembali ke Tanimbar.

“Ketika Pak Soleman kembali ke Tanimbar, dia bertemu dengan seorang perempuan yang ternyata secara adat merupakan pasangan Tampa Kaweng-nya. Perempuan itu sudah menunggu bertahun-tahun untuk menikah, tetapi ternyata Pak Soleman sudah memiliki istri di Merauke,” ujar Meifhy saat berbincang dalam acara Pro 2 Entertainment di Pro 2 RRI Ambon.

Ditambahkan "kisah tersebut memiliki sisi emosional yang kuat, terutama dari sudut pandang perempuan yang telah lama menunggu tetapi harus menerima kenyataan bahwa harapannya tidak terwujud. “Saya berusaha membuat musik yang bisa menggambarkan rasa sakit dari tradisi Tampa Kaweng itu, supaya orang bisa merasakan bagaimana sakitnya ketika jodohnya ternyata sudah menikah dengan orang lain”.

Meifhy menjelaskan, lagu tersebut lahir secara spontan setelah dirinya mengolah kisah itu menjadi lirik, notasi, dan aransemen musik. “Setelah liriknya disetujui Pak Soleman, lagu itu langsung direkam,”

Ia menilai budaya Maluku memiliki kekayaan dan nilai yang dapat membuat masyarakat di luar Maluku kagum. “Pesannya bukan sekadar menjaga jodoh orang, tetapi bagaimana kita memahami bahwa tradisi dan perubahan zaman bisa menimbulkan persoalan ketika seseorang yang hidup di luar daerah sudah tidak lagi memahami adat leluhurnya,” jelas Meifhy.

"Respons pendengar terhadap Tampa Kaweng juga dinilai positif sejak lagu tersebut dirilis. Sampai sekarang tidak ada hate comment terkait budaya Tanimbar yang saya angkat dalam lagu ini. Saya berharap karya tersebut dapat menjadi media untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat kekayaan budaya lokal Maluku, khususnya budaya Tanimbar, melalui musik" Tutup Meifhy

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....