HUT Wara, Menelusuri Sejarah Srikandi TNI Angkatan Udara

  • 12 Agt 2026 05:04 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Setiap 12 Agustus diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Angkatan Udara (Wara). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan pengabdian prajurit perempuan di lingkungan TNI Angkatan Udara. Wara secara resmi dibentuk pada 12 Agustus 1963 sebagai bagian dari upaya memberikan ruang bagi perempuan untuk turut mengabdi melalui bidang kemiliteran.

Melansir laman resmi TNI AU, pembentukan Wara berawal dari gagasan pada 1962 ketika Deputy Menteri/Panglima Angkatan Udara Urusan Administrasi, Laksamana Muda Udara Suharnoko Harbani, mendapat tugas untuk mempersiapkan pembentukan Wanita Angkatan Udara. Berdasarkan laman resmi TNI AU, Wara tidak dibentuk sebagai korps tersendiri, melainkan anggotanya diintegrasikan ke dalam korps atau kecabangan yang berlaku di lingkungan Angkatan Udara, sebagaimana prajurit laki-laki.

Pendidikan awal Wara dipusatkan di Kaliurang, Yogyakarta. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada masa awal, para anggota Wara yang berasal dari kalangan sarjana, sarjana muda dan lulusan B-1 diberi penugasan antara lain di bidang administrasi, guru bahasa, kedokteran dan hukum.

Seiring perkembangan waktu, peran Wara semakin luas. Mereka mulai dipercaya menangani tugas yang berkaitan dengan penerbangan, termasuk mengatur lalu lintas udara melalui menara pengawas atau tower. Bahkan, pada 1964 TNI AU membuka seleksi sekolah penerbang bagi anggota Wara. Tiga anggota dinyatakan lolos dan dua di antaranya, Letnan Dua Pnb Lulu Lugiyati dan Letnan Dua Pnb Herdini, kemudian lulus sebagai penerbang dan menjadi perintis penerbang wanita TNI AU.

Perkembangan Wara tidak berhenti di bidang penerbangan. Pada 1977, Wara mulai mengisi tugas Provost TNI AU, sementara di bidang teknik mereka turut dipercaya melakukan perbaikan pesawat terbang. Tugas tersebut sebelumnya lebih banyak dilakukan oleh teknisi pria. Perjalanan itu menjadi bukti bahwa kemampuan prajurit Wara terus berkembang sesuai kebutuhan organisasi dan profesionalisme militer.

Memasuki perjalanan selanjutnya, Wara semakin berperan dalam berbagai lini penugasan TNI AU. TNI AU mencatat peran prajurit Wara berkembang dari tugas pendukung hingga bidang operasional, termasuk penugasan di dalam negeri dan misi internasional.

HUT Wara setiap 12 Agustus karena itu bukan sekadar peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan dan pengabdian prajurit perempuan TNI AU. Sejak dibentuk pada 1963 hingga kini, Wara telah menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendukung tugas pertahanan dan menjaga kedaulatan negara melalui profesionalisme dan pengabdian di lingkungan TNI Angkatan Udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....