BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Maluku Masih Tinggi

  • 29 Jun 2026 09:33 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku. Informasi yang dirilis pada 29 Juni 2026 itu menunjukkan sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan yang perlu diwaspadai.

Berdasarkan Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) BMKG, tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC) di Maluku secara umum berada pada kategori aman hingga sangat tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar seperti dedaunan kering, humus, dan alang-alang di permukaan tanah.

Sementara itu, pada parameter Duff Moisture Code (DMC), tingkat kemudahan terbakar pada lapisan organik tanah bagian menengah berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan ranting kecil, semak belukar, dan bahan organik lainnya mulai mengalami kekeringan sehingga lebih mudah terbakar apabila terdapat sumber api.

BMKG juga mencatat tingkat penyebaran api melalui parameter Initial Spread Index (ISI) secara umum berada pada kategori rendah hingga tinggi. Namun, terdapat tiga kabupaten yang masuk kategori sangat tinggi, yakni Kabupaten Buru, Seram Bagian Barat, dan Maluku Barat Daya.

Menurut BMKG, tingginya nilai ISI menunjukkan api dapat lebih cepat menyebar, terutama di kawasan padang rumput atau alang-alang yang dipengaruhi kecepatan angin. Semakin tinggi kecepatan angin, semakin besar pula potensi perluasan kebakaran apabila terjadi titik api.

Pada parameter Fire Weather Index (FWI), intensitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku diprakirakan berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi. Indeks ini menggambarkan besarnya intensitas api apabila kebakaran benar-benar terjadi.

BMKG menegaskan bahwa informasi ini merupakan acuan mitigasi yang disusun berdasarkan data pengamatan dan model prakiraan cuaca. Masyarakat serta instansi terkait diimbau terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan terkini serta meningkatkan koordinasi dalam upaya pencegahan karhutla.

Pembaruan informasi potensi kebakaran hutan dan lahan tersebut berlaku per Senin, 29 Juni 2026 pukul 10.00 WIT. BMKG mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....