Gelorakan Semangat Persatuan di Hari Kebangkitan Nasional
- 20 Mei 2026 10:52 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Hari Kebangkitan Nasional, merupakan momen bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran persatuan dan perjuangan terorganisir melawan penjajah, berawal dari berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 di Batavia oleh Dr. Soetomo dan kawan‑kawan mahasiswa STOVIA . Tahun ini, tepat tanggal 20 mei, genap 118 tahun semangat itu terus hidup dan menjadi pedoman bagi generasi muda di seluruh penjuru nusantara, termasuk di Maluku yang memiliki catatan emas perjuangan pemuda lokal.
Di tanah Maluku, selain nama besar Pahlawan Nasional Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura, terdapat sosok pemuda tangguh, juga menjadi simbol keberanian dan pengorbanan seperti Martha Christina Tiahahu, dan Anthony Rebook, yang merupakan pejuang kemerdekaan asal Ambon, yang berjuang gigih membela kedaulatan wilayah dan persatuan bangsa.
Peran utama mereka terlihat saat masa perjuangan fisik maupun diplomatik melawan penjajah. Tidak hanya mengangkat senjata membela wilayah NKRI khususnya Maluku dari ancaman yang berusaha memecah belah, tetapi juga aktif menyebarkan semangat persatuan. Maluku adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Banyak sejarahwan menyebutkan, upaya mempertahankan keutuhan NKRI di wilayah timur. Menjadi jembatan persatuan antar suku, agama, dan golongan di Maluku, meyakinkan semua pihak bahwa kekuatan terbesar rakyat Maluku ada di persatuan dan kesetiaan kepada satu tanah air Indonesia. Semangat yang tak kenal lelah dan pengorbanan tanpa pamrih para pejuang maluku pada masa itu menjadi teladan hingga saat ini.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengangkat tema "Jaga Tunas Bangsa, Demi Kedaulatan Negara“. Hal ini tentunya menjadi stimulan bagi pemuda di Maluku bukan hanya untuk mengenang sejarah, namun juga bangkit serta meneladani semangat para pendahulu, tetapi terus memperjuangkan Hak-hak sebagai warga negara.
Andre patalatu, salah satu tokoh pemuda Maluku kepada RRI di sela-sela kegiatannya mengatakan, sebagai pemuda Maluku di Hari Kebangkitan Nasional dengan mengikuti perkembangan yang ada, serta berasas pada undang-undang dasar 1945, Indonesia dewasa ini seharusnya sudah keluar dari keterpurukan.
"Sebagai generasi bangsa, pemuda Maluku di Hari Kebangkitan Nasional 2026 ini, dengar mengikuti perkembangan serta UUD 1945, semestinya Indonesia sudah terlepas dari keterpurukan". Pungkas Andre
Ditegaskan, pembangunan infrakstruktur yang gencar dibangun oleh pemerintah, dalalm upaya mendorong UMKM, serta pengembangan Sumber Daya Alam di Maluku lewat berbagai investasi yang ada maupun di skala nasional, akan tetapi masih bertolak belakang dengan kenyataan hingga saat ini. Berbagai tindakan intimidasi, ketidakadilan masih sering terjadi di Indonesia.
“Hari ini kita tidak hanya mengenang sejarah, tapi juga meneladani semangat para pendahulu kita dan pejuang lainnya mengajarkan pemuda untuk berani berkorban, menjaga persatuan, dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Di zaman sekarang, kebangkitan nasional diwujudkan dengan bekerja keras, menjaga kerukunan, dan memajukan daerah demi kemajuan Indonesia secara keseluruhan". Tambahnya
Diharapkan, peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Tugas pemuda kini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan cara baru: mengisi kemerdekaan dengan prestasi, memajukan pendidikan dan ekonomi, serta terus menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan terbesar bangsa Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....