Sasar Pertumbuhan 2026, Telkomsel Fokus ARPU & Jaga Ekspansi Data Center

  • 12 Mei 2026 19:05 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta - Segmen B2C yang dikelola oleh Telkomsel tetap menjadi motor utama pendapatan Telkom Group dengan raihan Rp109,2 triliun pada tahun buku 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan trafik data sebesar 15% secara tahunan (YoY).

Memasuki tahun 2026, Telkomsel berkomitmen menjaga stabilitas pasar dengan fokus pada peningkatan Average Revenue Per User (ARPU) melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran. Kondisi pasar di paruh kedua 2025 menunjukkan tren pemulihan yang positif dengan kompetisi industri yang mulai sehat.

Untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, Telkomsel terus memperkuat kualitas jaringan guna menekan angka perpindahan pengguna (churn rate). Di saat yang sama, ekspansi layanan internet rumah (Fixed Broadband) dilakukan secara lebih selektif dengan memperhatikan daya beli masyarakat di berbagai wilayah.

Selain segmen retail, pertumbuhan signifikan juga terlihat pada segmen B2B Infrastructure yang mencatat pendapatan Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2% YoY. Sektor ini ditopang kuat oleh bisnis data center dan ekspansi jaringan fiber.

Melalui NeutraDC, Telkom kini mengoperasikan berbagai fasilitas hyperscale dan enterprise data center di lokasi strategis seperti Cikarang, Singapura, hingga Surabaya untuk mendukung kebutuhan digital global. Di sisi infrastruktur menara, anak usaha Telkom yaitu Mitratel sukses mengukuhkan posisi sebagai pemain terbesar di Asia Tenggara.

Mitratel mengelola lebih dari 40.230 menara telekomunikasi dengan pendapatan mencapai Rp9,5 triliun. Kinerja ini didukung oleh rasio penyewa yang stabil sebesar 1,57x, yang menunjukkan tingginya permintaan operator telekomunikasi terhadap infrastruktur milik Telkom Group.

Untuk mendukung seluruh ekspansi tersebut, Telkom telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp27,5 triliun sepanjang tahun 2025. Mayoritas dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur konektivitas dan platform digital.

Dengan disiplin investasi ini, Telkom optimistis dapat memperkuat daya saing nasional sekaligus menyediakan solusi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber bagi korporasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....