Pertempuran Surabaya Menggugah Semangat Juang Bangsa Indonesia
- 09 Nov 2025 19:13 WIB
- Ambon
KBRN,Ambon: Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan Nasional untuk mengenang peristiwa bersejarah Pertempuran Surabaya tahun 1945. Pertempuran ini menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan kembali oleh Belanda yang diboncengi pasukan Sekutu.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, pasukan Sekutu mendarat di Surabaya dengan alasan melucuti tentara Jepang. Namun, kehadiran mereka menimbulkan ketegangan karena Belanda melalui NICA berusaha mengambil alih kembali kekuasaan. Situasi memuncak ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pemimpin pasukan Inggris di Surabaya, tewas pada 30 Oktober 1945 di sekitar Jembatan Merah.
Sebagai balasan, pihak Sekutu mengeluarkan ultimatum agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata paling lambat 9 November 1945. Ultimatum itu ditolak mentah-mentah. Akibatnya, pada 10 November 1945, pasukan Inggris melancarkan serangan besar-besaran dari darat, laut, dan udara. Rakyat Surabaya, yang dipimpin oleh tokoh muda Bung Tomo, melakukan perlawanan dengan semangat luar biasa meskipun hanya bersenjata sederhana.
Pertempuran berlangsung hingga tiga minggu dan menewaskan ribuan pejuang. Walau kalah secara militer, semangat dan pengorbanan rakyat Surabaya menggugah semangat perjuangan di seluruh Indonesia. Untuk menghormati jasa para pejuang, pemerintah menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Setiap tahun, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan dengan upacara dan berbagai kegiatan untuk meneladani nilai-nilai keberanian, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan para pahlawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....