Delapan Dekade Listrik Nasional, Terangi Masa Depan Bangsa

  • 26 Okt 2025 07:09 WIB
  •  Ambon

KBRN,Ambon: Indonesia kembali memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) yang jatuh setiap 27 Oktober. Tahun ini, peringatan HLN memasuki usia ke-80, menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para pahlawan ketenagalistrikan serta menegaskan komitmen menuju energi bersih dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Peringatan HLN ke-80 tahun 2025 mengusung tema “Terangi Negeri, Wujudkan Mimpi, Menguatkan Empati”, sejalan dengan upaya pemerintah dan PT PLN (Persero) dalam mendorong transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Hari Listrik Nasional bermula dari peristiwa bersejarah pada 27 Oktober 1945, ketika pemerintah Indonesia yang baru merdeka membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Pembentukan ini menjadi tonggak awal nasionalisasi sektor ketenagalistrikan dari tangan kolonial Belanda dan Jepang.

Sebelum kemerdekaan, pasokan listrik di Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan Belanda, seperti Nederlandsch Indische Gas en Electriciteit Maatschappij (NIGEM), yang hanya melayani kalangan Eropa dan industri besar. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, para pekerja listrik Indonesia mengambil alih fasilitas dan pembangkit listrik milik Jepang, menandai lahirnya pengelolaan listrik nasional oleh bangsa sendiri.

Dari sinilah tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai Hari Listrik Nasional, yang kemudian setiap tahun diperingati oleh insan ketenagalistrikan di seluruh Indonesia.

Hingga tahun 2025, PLN mencatat rasio elektrifikasi nasional telah mencapai lebih dari 99,8 persen, dengan fokus memperluas jaringan ke wilayah terpencil serta mengembangkan pembangkit energi terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, air, dan panas bumi.

Peringatan Hari Listrik Nasional bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan ajang refleksi untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan pentingnya transformasi menuju sistem kelistrikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sektor ketenagalistrikan harus menjadi motor penggerak ekonomi hijau. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa energi adalah hak rakyat sekaligus tanggung jawab bersama.

Delapan puluh tahun sudah listrik menerangi negeri ini, menjadi saksi perjalanan pembangunan bangsa dari masa perjuangan hingga era digital. Dengan semangat Hari Listrik Nasional ke-80, Indonesia diharapkan terus bergerak menuju masa depan energi yang merata, bersih, dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....