ASC Perkenalkan Alat Musik Tradisional ke Dubes Australia

  • 20 Okt 2025 17:25 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier bertemu komunitas Ambon Sailing Community (ASC) dan Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) pada Minggu, 19 Oktober 2025 di Sanggar Seni Boyratan, Amahusu, Nusaniwe, Kota Ambon.

Dubes dan rombongan kedutaan, didampingi Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Maluku Affandy Hassanusi, disambut tarian cakalele dan tari lenso, sebelum diajak melihat alat-alat musik tradisional yang dikembangkan oleh musisi dan seniman Ambon yang bernaung dalam ASC.

Dipandu Ketua ASC Nickho Tulalessy, Dubes Rod Brazier tampak serius mengamati satu demi satu alat musik tradisional yang diperbarui Wakil Rektor III Institut Agama Kristen Protestan Negeri (IAKN) Ambon Branckly E. Picanussa dengan menggunakan bambu, serta hasil karya guru seni SMA Negeri 10 Ambon Henry Tuhusula berupa Jukulele batok kelapa, gaba-gaba, dan sebagainya.

Ketua ASC Nickho Tulalessy memaparkan perjalanan dan pengalaman mereka ke Australia, salah satunya, tinggal di rumah-rumah warga Australia, serta kerjasama pendidikan yang telah dibangun bersama beberapa universitas di Australia, termasuk rencana mendorong kerjasama Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) A.M.Sangadji dengan universitas di Australia.

"Kita telah mendorong IAKN Ambon bekerjasama dengan beberapa universitas di Australia, dan nanti tahun depan, kita akan mendorong UIN AM Sangadji Ambon bekerja sama dengan universitas di Australia," katanya.

Dubes Australia Rod Brazier menerima cinderamata dari Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Maluku Affandy Hassanusi

Lebih jauh, Nickho menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta, dan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar terhadap kerja-kerja ASC dalam menjalin kemitraan dengan Australia. Ia berharap, kerjasama ini dapat lebih ditingkatkan lagi.

Sebelum mengakhiri pertemuan dalam bentuk pertukaran cinderamata, Dubes Rod Brazier dan rombongan, diajak merasakan sensasi dari tarian pergaulan, polones. Meski agak kacau karena belum tahu gerakan dari tarian tersebut, Dubes dan rombongan terlihat menikmati energi dari tarian tersebut.

"Saya sangat terkesan dengan pengalaman saya disini, sambutan yang sangat luar biasa, saya sangat terharu karena orang-orang disini begitu bersahabat dan ramah," ujar Dubes spontan, ketika ditanya RRI soal kesannya tentang Ambon.

Diketahui, Dubes Australia Rod Brazier berkunjung ke Ambon dalam rangka menjajaki kerjasama yang lebih intens dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku. Kerjasama yang dimaksud antara lain di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....