Pilgub Maluku, Tuarita Sebut Murad - Michael Berpeluang Diusung Lima Parpol

  • 12 Jul 2024 18:09 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Pasangan Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail - Michael Wattimena kini telah resmi mendapatkan rekomendasi dari tiga partai politik (Parpol) untuk bertarung di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku, November 2024 mendatang.

Tiga Parpol dimaksud diantaranya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Akankah pasangan Murad - Michael hanya akan mentok di tiga parpol ini? Salah satu tim pemenangan, Khairudin Tuarita mengaku tidak. Dia malah optimis Murad - Michael akan diusung lima parpol.

"Dari komunikasi politik yang dibangun dengan beberapa parpol, peluang itu sangat terbuka. Jadi bisa lima parpol yang akan menjagokan Murad - Michael di Pilgub Maluku," kata Tuarita di Ambon, Jumat (12/7/2024).

Menurutnya, jumlah kursi dari tiga parpol yang mengusung pasangan MI dan BMW sudah mencapai 10 kursi. Rinciannya Partai Demokrat empat kursi, PAN dua kursi dan PKS empat kursi.

Meski telah melebihi syarat dukungan pencalonan, namun pihaknya optimis akan ada penambahan jumlah kursi seiring bertambahnya rekomendasi dari parpol nanti.

"Pasangan ini berpeluang kunci di 17 kursi," sebutnya

Tuarita mengaku, dukungan dari partai besar lainnya masih dinamis. Bakal calon gubernur lainnya belum bisa mengklaim dukungan dari parpol lainnya. Yang bisa mengklaim dukungan lima parpol hanya pasangan Murad - Michael.

"Yang bisa klaim lima partai itu hanya pak Murad. Yang lain tidak bisa mengklaim, karena kita punya peluang yang sama. Kecuali PDIP, itu kami tinggalkan," ucap dia

Dikatakan, parpol-parpol pengusung telah berkomitmen untuk memenangkan Murad dan Michael di Pilgub Maluku.

Meski begitu, konsep pemenangan akan dibicarakan bersama nanti dengan partai-partai pengusung setelah semua rekomendasi parpol diperoleh sesuai dengan yang diharapkan.

"Konsep pemenangan akan dibicarakan lebih jauh seperti apa. Karena ada koalisi partai, yang tentu kultur masing-masing wilayah itu berbeda-beda," tukasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....