Waspadai Gejala Bunuh Diri, Cegah Sejak Dini
- 08 Apr 2025 07:09 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Nur Ria Handayani, seorang Psikolog di RSUD dr. M. Haulussy Ambon mengingatkan, fenomena bunuh diri yang marak terjadi akhir-akhir ini perlu menjadi perhatian serius.
Handayani mengatakan, banyak orang yang sebenarnya tidak ingin mati, namun mereka ingin mengakhiri rasa sakit akibat tekanan hidup yang berat.
Fenomena ini berkaitan erat dengan konsep self-discrepancy dalam psikologi sosial, di mana seseorang mengalami kesenjangan antara gambaran dirinya dan harapan ideal yang ia miliki. Ketidaksesuaian ini kerap menimbulkan konflik batin yang berujung pada keputusasaan.
“Ketika seseorang mengalami kondisi seperti itu, ia akan lebih rentan merasa malu, marah, kecewa, hingga stres berat,” tutur Nur Ria Handayani, S.Psi., M.Psi.,Psikolog di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI benerapa saat lalu.
Gejala yang patut diwaspadai mencakup perubahan perilaku drastis, seperti menarik diri dari lingkungan, berbicara soal kematian, menyimpan benda berbahaya, dan menunjukkan gejala gangguan tidur atau makan.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah bunuh diri. “Dengarkan mereka tanpa menghakimi. Tunjukkan kepedulian dan kasih sayang, dan bantu mereka terhubung dengan psikolog atau psikiater,” jelas Handayani.
Beberapa upaya pencegahan mandiri juga penting dilakukan, seperti menjaga pola hidup sehat, mengikuti kegiatan sosial, mencari dukungan emosional, dan menjalani terapi bila diperlukan.
Mengakhiri penjelasannya, Handayani mengajak masyarakat untuk lebih peka dan peduli. “Daya tahan mental setiap orang berbeda. Maka, tidak ada salahnya untuk saling menjaga dan memperhatikan,” tutup Handayani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....