Sebelum Tren Real Food Populer, 3 Kuliner Ambon Ini Sudah Mengandalkan Pangan Lokal

  • 31 Agt 2026 16:28 WIB
  •  Ambon
Poin Utama
  • Masyarakat Maluku telah menerapkan prinsip pola makan sehat melalui konsumsi bahan pangan alami seperti ikan, sagu, umbi-umbian, dan rempah jauh sebelum tren real food populer.
  • Makanan tradisional Maluku diolah dengan cara sederhana dan diwariskan turun-temurun, menunjukkan keberlanjutan pangan dalam budaya lokal.
  • Keseimbangan, keragaman, porsi, dan kebutuhan individu tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kesehatan pola makan, bukan hanya jenis makanan yang dikonsumsi.

RRI.CO.ID, Ambon – Real food tengah menjadi bagian dari tren gaya hidup sehat. Namun, jauh sebelum istilah tersebut populer, masyarakat Maluku telah lama mengandalkan bahan pangan yang dekat dengan alam dalam menu sehari-hari. Ikan, sagu, umbi-umbian, sayuran, kelapa, hingga beragam rempah menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Maluku. Bahan-bahan tersebut diolah dengan cara yang relatif sederhana dan diwariskan secara turun-temurun.

Konsep tersebut memiliki kemiripan dengan prinsip pola makan sehat yang mendorong konsumsi beragam pangan, termasuk makanan yang tidak atau minim proses pengolahan. Meski demikian, satu jenis makanan tidak serta-merta menentukan sehat atau tidaknya pola makan seseorang. Keseimbangan, keragaman, porsi, dan kebutuhan masing-masing individu tetap menjadi hal penting.

Bagi Anda yang ingin mengenal kuliner lokal sekaligus mencari pilihan makanan berbahan pangan sederhana, berikut tiga kuliner khas Ambon yang menarik untuk dicoba:

1. Papeda dan Ikan Kuah Kuning

Papeda merupakan salah satu kuliner ikonik Maluku yang dibuat dari tepung sagu. Sagu sendiri telah lama menjadi bagian penting dari pangan masyarakat di wilayah Maluku. Papeda biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning. Ikan seperti tongkol atau cakalang menjadi sumber protein, sementara kuahnya menggunakan beragam rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, dan serai. Perpaduan papeda, ikan, dan rempah tersebut menghasilkan hidangan dengan cita rasa khas Maluku sekaligus menunjukkan bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi makanan sehari-hari.

2. Kohu-Kohu

Kohu-kohu kerap disebut sebagai salad tradisional khas Maluku. Hidangan ini memadukan berbagai bahan seperti kacang panjang, tauge, dan mentimun dengan suwiran ikan asar atau ikan asap serta parutan kelapa. Perasan jeruk nipis dan cabai kemudian memberikan rasa segar dan pedas yang menjadi ciri khas hidangan tersebut. Sayuran menjadi salah satu komponen utama kohu-kohu, sementara ikan dan kelapa menambah variasi bahan pangan dalam satu hidangan. Jika menggunakan sayuran yang dikonsumsi mentah, kebersihan bahan dan proses penyiapannya juga perlu diperhatikan.

3. Kasbi Rebus dan Sambal Colo-Colo

Di Ambon, kasbi atau singkong dan keladi atau talas telah lama menjadi bagian dari pangan lokal. Umbi-umbian tersebut dapat dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat selain nasi. Kasbi atau keladi rebus biasanya disantap bersama sambal colo-colo. Sambal khas Maluku ini dibuat dari bahan-bahan seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, dan perasan jeruk nipis. Rasa pedas, asam, dan segar dari colo-colo berpadu dengan tekstur lembut kasbi atau keladi. Hidangan sederhana ini menunjukkan bagaimana pangan lokal dapat diolah dengan cara yang tidak rumit tetapi tetap kaya cita rasa.

Beralih ke pola makan yang lebih sehat tidak selalu berarti harus mengonsumsi salad impor yang mahal atau makanan yang terasa hambar. Dari dapur masyarakat Maluku, kita dapat melihat bahwa bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, sayuran, umbi-umbian, kelapa, dan rempah telah lama menjadi bagian dari keseharian.

Pada akhirnya, kekayaan kuliner Ambon menunjukkan bahwa pilihan makanan yang sederhana, beragam, dan berbasis bahan pangan lokal tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa harus meninggalkan cita rasa tradisional.

Penulis: Eka Kolly

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....