Kue Karas, Bukti Akulturasi Kuliner di Pesisir Seram
- 24 Okt 2025 04:52 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Kuliner tradisional selalu memiliki daya tarik tersendiri, terutama ketika menyimpan kisah perpaduan budaya di balik rasanya. Salah satunya adalah kue karas, camilan manis yang populer di pesisir Pulau Seram, Maluku.
Meski kini dikenal sebagai makanan khas masyarakat pesisir Seram Bagian Barat, kue karas sejatinya berasal dari Sulawesi Tenggara. Perpindahan penduduk dari Sulawesi Tenggara ke wilayah Maluku membuat makanan ini ikut menyebar dan beradaptasi dengan cita rasa lokal. Fenomena ini menjadi contoh nyata difusi atau akulturasi kuliner antardaerah di Indonesia.
Di beberapa daerah, masyarakat menyebutnya dengan nama lain, yakni kue paka-paka. Kue ini sering disajikan pada momen-momen khusus seperti Hari Raya Islam, tahlilan, pernikahan, atau hajatan keluarga. Bentuknya menyerupai sarang semut, berwarna kuning keemasan karena digoreng, dengan tekstur renyah, krispi, dan sedikit keropos saat digigit.
Bahan-bahannya cukup sederhana, terdiri dari tepung tapioka, tepung beras, gula, vanili, garam, dan air yang diaduk hingga rata. Namun yang membuat kue ini unik adalah cara memasaknya. Adonan biasanya diletakkan dalam batok kelapa berlubang. Beberapa daerah menggunakan botol air mineral yang dilubangi. Adonan lalu dipukul secara acak di atas minyak panas hingga membentuk jalinan seperti sarang semut. Saat setengah matang, adonan kemudian dilipat dan dibalik.
Sayangnya, kue karas tidak bertahan lama karena tidak mengandung bahan pengawet — hanya bisa disimpan sekitar satu minggu.
Di wilayah pesisir Seram Bagian Barat seperti Katapang, Olas, Ani, Telaga Piru, dan Pulau Osi, kue ini masih sering dijumpai. Di Pulau Ambon, kue ini sering dijumpai di daerah Laha dan Telaga Kodok.
“Kue ini hanya kami sajikan saat perayaan Hari Raya saja,” ujar Mama Ida, warga asal Seram.
“Biasanya kami bikin bertoples-toples, pengganti kue kering,” katanya sambil tersenyum.
Kue karas bukan sekadar camilan manis, tetapi juga simbol perpaduan budaya dan cita rasa antar daerah yang memperkaya khazanah kuliner nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....