Nyeri Lutut karena Osteoartritis; Fakta, Mitos, dan Penanganan

  • 06 Sep 2024 04:15 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Nyeri lutut adalah keluhan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama seiring bertambahnya usia. Salah satu penyebab utama dari nyeri lutut adalah osteoartritis (OA), kondisi kronis yang melibatkan peradangan dan kerusakan pada sendi.

"Sayangnya, ada banyak mitos seputar OA yang sering membingungkan orang. Mari kita telaah lebih dalam tentang apa itu OA, faktor risikonya, serta bagaimana kita bisa menangani dan mencegahnya," Tutur dr. Semuel A. Wagiu, Sp.N di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Kamis (5/9/2024).

Spesialis Saraf, dokter Semuel menjelaskan, Osteoartritis adalah kondisi degeneratif pada sendi, yang terjadi saat lapisan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang mulai menipis dan aus. Lutut menjadi salah satu sendi yang paling sering terkena dampaknya, karena lutut berperan penting dalam menopang berat tubuh saat berjalan, berlari, atau bahkan sekadar berdiri. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri, tetapi juga bisa membatasi pergerakan dan aktivitas sehari-hari seseorang.

Banyak kesalahpahaman seputar osteoartritis (OA), yang dapat menghalangi orang untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa mitos yang paling umum antara lain:

  • Mitos: Osteoartritis hanya menyerang orang tua. Faktanya, meski usia lanjut memang menjadi faktor risiko, OA dapat terjadi pada orang yang lebih muda, terutama jika mereka memiliki riwayat cedera sendi atau obesitas.
  • Mitos: Nyeri osteoartritis bisa hilang sendiri. Osteoartritis adalah kondisi kronis dan progresif. Tanpa penanganan yang tepat, gejalanya justru cenderung memburuk seiring waktu.
  • Mitos: Olahraga memperburuk osteoartritis. Justru sebaliknya! Olahraga yang tepat dan aman, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda, dapat membantu memperkuat otot di sekitar sendi dan mengurangi tekanan pada lutut. Namun memang ditunda dulu olah raga bila sedang kumat.

Beberapa faktor risiko utama osteoartritis pada lutut meliputi:

  • Usia: Semakin tua seseorang, semakin besar kemungkinan tulang rawan mereka mengalami kerusakan.
  • Jenis Kelamin: Wanita lebih cenderung mengalami OA dibandingkan pria, terutama setelah menopause.
  • Obesitas: Berat badan yang berlebih meningkatkan tekanan pada sendi lutut, yang mempercepat kerusakan tulang rawan.
  • Riwayat Cedera: Cedera pada lutut, baik akibat olahraga atau kecelakaan, bisa mempercepat timbulnya osteoartritis.
  • Genetik: Ada komponen genetik yang membuat beberapa orang lebih rentan terhadap osteoartritis dibanding yang lain.

Gejala utama osteoartritis adalah nyeri pada sendi, khususnya setelah melakukan aktivitas. Selain nyeri, ada beberapa tanda lain yang sering dialami penderita, seperti:

  • Kekakuan Sendi: Terutama dirasakan setelah bangun tidur atau setelah duduk dalam waktu yang lama.
  • Pembengkakan: Sendi yang terkena bisa tampak bengkak akibat peradangan.
  • Perubahan Bentuk Lutut: Lutut dapat mengalami deformasi seiring berjalannya waktu.
  • Bunyi “Klik” atau “Krek” saat sendi lutut digerakkan.

Meski belum ada obat yang bisa menyembuhkan OA sepenuhnya, ada berbagai pendekatan penanganan untuk mengelola gejala dan memperlambat progresinya:

  • Perubahan Gaya Hidup: Menurunkan berat badan jika obesitas dan melakukan olahraga ringan dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi lutut.
  • Obat-obatan: Penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dapat digunakan untuk meredakan nyeri.
  • Fisioterapi: Program terapi fisik yang melibatkan latihan penguatan otot di sekitar lutut bisa meningkatkan stabilitas dan fleksibilitas sendi.
  • Injeksi Sendi: Dalam beberapa kasus, injeksi kortikosteroid atau asam hialuronat dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri sementara.
  • Operasi: Jika kondisi sudah sangat parah, operasi penggantian sendi lutut mungkin menjadi pilihan.

Meskipun osteoartritis tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko mengalaminya:

  • Menjaga Berat Badan Ideal: Mengurangi beban berlebih pada sendi lutut dapat mencegah keausan dini pada tulang rawan.
  • Aktivitas Fisik Rutin: Lakukan olahraga yang ringan dan tidak memberikan tekanan besar pada sendi, seperti berenang atau bersepeda.
  • Menghindari Cedera: Berhati-hatilah saat beraktivitas agar tidak mengalami cedera pada lutut.
  • Konsumsi Makanan Bergizi: Pastikan diet mengandung cukup kalsium, vitamin D, dan nutrisi penting lainnya untuk kesehatan tulang.

Osteoartritis (OA) lutut adalah masalah kesehatan yang umum, terutama di usia lanjut, namun dengan pemahaman yang tepat, dapat mengelola gejalanya dengan efektif. Menghilangkan mitos-mitos seputar penyakit ini penting agar orang tidak salah langkah dalam penanganannya.

"Dengan menjaga gaya hidup sehat, mengontrol berat badan, serta rutin berolahraga, dapat mengurangi risiko terkena osteoarthritis dan tetap aktif dalam keseharian," Tegas dokter Semuel.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....