Nyeri Sendi karena Asam Urat: Fakta, Mitos, dan Cara Menanganinya

  • 05 Sep 2024 12:06 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Nyeri sendi adalah salah satu keluhan kesehatan yang sering dialami oleh banyak orang, terutama seiring bertambahnya usia. Salah satu penyebab yang sering disalahpahami adalah asam urat.

Banyak orang berpikir bahwa setiap kali ada nyeri di lutut atau sendi lainnya, itu pasti disebabkan oleh asam urat. Namun, apakah benar demikian.

"Asam urat adalah senyawa yang terbentuk ketika tubuh memecah zat purin, yang banyak ditemukan dalam makanan seperti daging merah, makanan laut, dan alkohol. Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urin," Tutur dr. Semuel A. Wagiu, Sp.N di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Kamis (5/9/2024).

Spesialis Saraf, dokter semuel mebgatakan, ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau tidak cukup mengeluarkannya, kadar asam urat dalam darah akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya kristal asam urat di dalam sendi, yang memicu peradangan dan nyeri tajam, suatu kondisi yang dikenal sebagai gout atau penyakit asam urat.

Banyak mitos yang beredar mengenai nyeri sendi dan asam urat, yang dapat menyebabkan salah kaprah dalam menangani masalah ini. Beberapa mitos yang sering muncul antara lain:

  • Mitos: Semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Faktanya, meski asam urat bisa menyebabkan nyeri sendi, terutama di jempol kaki, tidak semua nyeri sendi di lutut, pergelangan kaki, atau jari disebabkan oleh asam urat. Nyeri sendi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau cedera.
  • Mitos: Hanya orang tua yang terkena asam urat. Faktanya, Meski penyakit asam urat lebih sering dialami oleh orang di usia lanjut, orang muda juga bisa terkena jika memiliki faktor risiko tertentu, seperti pola makan yang tidak sehat atau gangguan metabolisme.
  • Mitos: Makanan seperti kacang dan sayuran hijau tinggi purin menyebabkan asam urat. Faktanya, Meskipun purin dapat meningkatkan kadar asam urat, jenis purin yang terdapat dalam sayuran seperti bayam, kacang-kacangan, dan brokoli tidak berkontribusi signifikan terhadap serangan gout dibandingkan purin dari daging merah atau makanan laut.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat, di antaranya:

  • Pola Makan: Mengonsumsi makanan yang tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut, dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan membuat tubuh menghasilkan lebih banyak asam urat dan memperlambat proses pengeluarannya.
  • Riwayat Keluarga: Jika ada anggota keluarga yang menderita asam urat, risiko Anda untuk mengalaminya lebih besar.
  • Jenis Kelamin dan Usia: Pria lebih rentan terhadap asam urat dibandingkan wanita, terutama setelah usia 30-an. Namun, setelah menopause, risiko pada wanita juga meningkat.
  • Kondisi Kesehatan Lain: Penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal dapat meningkatkan risiko gout karena mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengeluarkan asam urat.

Gejala utama asam urat adalah serangan nyeri sendi yang tiba-tiba, yang sering dimulai di malam hari. Beberapa tanda klinis yang sering dialami penderita asam urat antara lain:

  • Nyeri Hebat pada Sendi: Biasanya dimulai dari jempol kaki, tetapi bisa juga menyerang lutut, pergelangan kaki, atau sendi lain. Nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.
  • Peradangan dan Kemerahan: Sendi yang terkena sering tampak bengkak, merah, dan hangat saat disentuh.
  • Kaku Sendi: Setelah serangan akut mereda, sendi bisa terasa kaku dan sulit digerakkan.
  • Pembentukan Tophi: Pada kasus yang parah, kristal asam urat dapat membentuk benjolan keras di bawah kulit yang disebut tophi.

Ada berbagai langkah yang dapat diambil untuk menangani asam urat, baik untuk meredakan gejala saat serangan akut maupun mencegah serangan di masa mendatang:

  • Obat-Obatan: Pada serangan akut, dokter biasanya akan meresepkan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), colchicine, atau kortikosteroid untuk meredakan nyeri dan peradangan. Obat-obatan jangka panjang seperti allopurinol atau febuxostat juga dapat diberikan untuk menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mencegah serangan di masa depan.
  • Perubahan Pola Makan: Menghindari makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut bisa membantu mencegah serangan gout. Selain itu, minum cukup air juga penting untuk membantu tubuh mengeluarkan asam urat lebih efisien.
  • Penurunan Berat Badan: Mengurangi berat badan dengan cara yang sehat dapat menurunkan kadar asam urat dan mengurangi tekanan pada sendi.
  • Menghindari Alkohol dan Minuman Manis: Alkohol, terutama bir, serta minuman manis dengan fruktosa tinggi dapat meningkatkan produksi asam urat dan memicu serangan.
  • Pola Hidup Sehat: Olahraga rutin dan menjaga tekanan darah serta gula darah tetap stabil dapat membantu mengurangi risiko serangan asam urat.

Walaupun asam urat tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risikonya:

  • Batasi Makanan Tinggi Purin: Hindari atau batasi konsumsi daging merah, makanan laut, jeroan, dan minuman beralkohol.
  • Minum Air Putih yang Cukup: Air membantu tubuh mengeluarkan asam urat melalui urin, sehingga menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting.
  • Olahraga Teratur: Olahraga ringan hingga sedang dapat membantu menjaga berat badan ideal dan mengurangi risiko serangan gout.
  • Kontrol Kondisi Kesehatan: Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, atau gangguan ginjal, pastikan kondisi ini terkontrol dengan baik untuk mencegah komplikasi asam urat.

"Nyeri sendi karena asam urat merupakan masalah yang bisa sangat mengganggu, namun dengan penanganan dan perubahan gaya hidup yang tepat, gejala dan frekuensi serangannya bisa dikurangi. Memahami mitos dan fakta seputar asam urat sangat penting untuk mencegah kesalahan dalam diagnosis dan penanganan," Jelas dokter Semuel.

Dengan gaya hidup sehat, menghindari makanan pemicu, serta mengikuti anjuran dokter, Anda bisa menjaga kesehatan sendi dan terhindar dari serangan gout yang menyakitkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....