Penyebab Nyeri Kepala Migrain dan Cara Mengobatinya

  • 26 Agt 2024 12:30 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Sakit kepala bisa terjadi kepada siapa saja bisa sakit kepala biasa maupun sakit kepala migrain. Migrain merupakan jenis sakit kepala primer yang sering muncul berulang, terasa berdenyut, dan umumnya hanya terjadi pada satu sisi kepala.

Serangan sakit tersebut bisa berlangsung selama 4-72 jam, dengan intensitas sedang sampai berat disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, serta fobia/peka terhadap suara dan cahaya. Makin bertambah dengan aktivitas rutin. Migrain dapat menyebabkan disabilitas atau ketidakberdayaan bagi pasien yang sakit.

Spesialis saraf dokter Semuel A. Wagiu mengatakan, ada dua jenis migrain yaitu migrain dengan aura dan migrain tanpa aura. "Migrain dengan aura ini berupa keluhan sebelum mulai sakit kepala, yaitu adanya gangguan penglihatan seperti melihat kilatan cahaya, menjadi buram, masalah pada anggota tubuh lain seperti rasa kekakuan pada leher, rasa kram sampai lemah anggota gerak, dan kesulitan bicara/komunikasi. Manifestasi ini biasanya berlangsung sekitar 30 menit sebelum munculnya sakit kepala. Keadaan ini biasanya reversibel.

"Sementara migrain tanpa aura merupakan jenis yang paling sering terjadi, sekitar 80% dan tidak ditemukan gejala dan tanda aura seperti tipe sebelumnya," Tutur dr. Semuel A. Wagiu, Sp.N di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Senin (26/8/2024)

Lebih lanjut dokter Semuel menjelaskan, faktor risiko terjadinya migrain yaitu :

  • Stres
  • Latihan fisik yang berlebihan
  • Genetik
  • Hormonal (saat estrogen menurun)
  • Diet
  • Lingkungan yang terlalu panas atau dingin
  • Kurang tidur
  • Bau yang menyengat

Sementara migrain dapat terkena kepada semua umur terutama pada saat remaja dan usia dua puluhan, riwayat migrain dalam keluarga menjadi potensi bagi anggota keluarga lainnya dan jika dibandingkan wanita lebih seringmigrain dibandingkan laki-laki.

Penyebab dari terjadinya migrain :

  • Belum diketahui pasti
  • Dicurigai faktor genetik
  • Faktor hormonal (terutama saat haid)
  • Dapat dipicu oleh faktor hormonal, konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan/tak terkontrol, makanan mengandung berlebihan MSG (Mono Sodium Glutamat), cokelat, keju dan pemanis buatan.

Pengobatan migrain tergantung dari berat ringannya manifestasi yang ada, fase serangan, dan ketersediaan obat. Secara umum dapat diberikan :

  • Obat antimigrain
  • Obat analgesik/antinyeri
  • Obat antiemetik/antimuntah
  • Tidur di tempat yang minim cahaya
  • Hindari tempat yang bising
  • Kompres dingin di lokasi nyeri

Semua orang tentunya tidak ingin mengalami migrain, untuk mengatasi kambuhnya migrain maka dapat dicegah dengan cara :

  • Hindari pencetus, seperti konsumsi obat antinyeri berlebihan, makanan mengandung MSG, cokelat, keju, dan pemanis buatan berlebihan.
  • Pola hidup sehat
  • Olah raga teratur
  • Tidur yang cukup
  • Kelola stres

Jika sakit migrain terasa sangat mengganggu, maka sangat disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan secara tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....