Parkinson Dapat Sembuh dengan Tatalaksana Medis yang Tepat

  • 12 Agt 2024 13:22 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Parkinson merupakan penyakit yang bersifat progresif lambat yang terjadi karena ketidakcukupan produksi zat neurotransmiter dopamin oleh otak yang mengakibatkan manifestasi gangguan saraf berupa gangguan motorik (pengaturan gerakan) dan nonmotorik.

"Penyakit Parkinson primer dapat terjadi baik pada pria maupun wanita. Pada umumnya di usia 40 hingga 70 tahun," ungkap dokter Semuel A. Wagiu, Spesialis Saraf RSUD Haulussy Ambon kepada RRI, Senin (12/8/2024).

Ia menjelaskan, penyakit ini muncul karena berkurangnya kadar dopamin di otak yang disebabkan oleh kematian atau kerusakan sel substansia nigra di daerah ganglia basalis otak yang merupakan penghasil dopamin dsn menyerang hampir semua etnik di dunia.

Penyakit Parkinson primer disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik, proses penuaan dan lingkungan (pestisida, timbal, besi, tembaga, mangan), sedangkan penyebab sekunder, yakni stroke, cedera kepala, tumor serta infeksi otak.

Gejala utama yang biasanya terjadi ada empat, yakni seperti bergetar (tremor), kekakuan (rigiditas), kelambanan gerakan (bradikinesia), dan ketidakstabilan posisi badan.

Sementara gejala lainnya yang biasa juga terjadi berupa kesulitan berbicara, kehilangan ekspresi wajah, penurunan kemampuan berpikir, gangguan suasana hati (mood), kecemasan dan depresi serta gangguan pencernaan.

Selain gejala-gejala tersebut, ada gejala lain yang bervariasi untuk setiap penderita. Manifestasi bergantung perjalanan penyakit dari ringan berupa tremor pada salah satu sisi badan (stadium 1) sampai terberat yang terbaring kaku ditempat tidur (stadium V).

Dokter Semuel mengatakan, karena memiliki dimensi gejala yang sangat beragam, maka tatalaksana penyakit ini meliputi berbagai modalitas, seperti medikamentosa (obat), fisioterapi, akupuntur, terapi kelompok untuk pemenuhan kebutuhan emosional seperti rekreasi, sharing (bertukar pengalaman) dan kegiatan kelompok.

Pada kondis yang refrakter atau tidak mempan dengan obat, dapat dilakukan pembedahan. Mengingat kerusakan atau kematian sel substansia nigra tidak dapat diperbaiki, dan belum ditemukan obat yang dapat mengatasi kerusakan pada sel tersebut maka hingga sekarang penyakit ini belum dapat disembuhkan tetapi gejalanya dapat diatasi dengan obat dan fisioterapi maupun modalitas pengobatan lainnya, sehingga kualitas hidup tetap dapat ditingkatkan.

Parkinson adalah satu-satunya penyakit neurodegeneratif yang dengan tatalaksana medis tepat, secara bermakna akan memperbaiki gejala dan tanda penyakit. Sehingga penderita perlu mendapat konfirmasi diagnosis yang tepat serta pengobatan yang sesuai sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....