Penyebab Memar setelah Pengambilan Sampel Darah

  • 04 Okt 2026 09:46 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon-Memar setelah pengambilan sampel darah merupakan hal yang cukup umum dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini dapat muncul beberapa saat bahkan beberapa hari setelah jarum dilepas, ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kebiruan atau keunguan di sekitar area bekas tusukan.

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami sedikit kerusakan saat jarum masuk atau keluar. Darah kemudian dapat merembes ke jaringan di sekitarnya dan menyebabkan perubahan warna pada kulit. Tekanan yang kurang lama pada bekas tusukan setelah pengambilan darah juga dapat membuat memar lebih mudah terbentuk.

Selain teknik pengambilan darah, kondisi tubuh seseorang turut memengaruhi munculnya memar. Orang yang memiliki pembuluh darah lebih rapuh, mengonsumsi obat tertentu yang memengaruhi pembekuan darah, atau memiliki kadar trombosit rendah dapat lebih mudah mengalami memar. Namun, munculnya memar sesekali setelah pengambilan darah tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan.

Untuk membantu mengurangi memar, pasien dapat menekan area bekas tusukan dengan kapas atau kasa selama beberapa menit sesuai arahan petugas medis. Kompres dingin pada area tersebut juga dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa tidak nyaman, terutama pada beberapa jam pertama setelah pengambilan darah.

Umumnya, memar akan memudar dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, jika memar semakin besar, terasa sangat nyeri, disertai pembengkakan yang signifikan, perdarahan yang tidak berhenti, atau sering muncul tanpa sebab yang jelas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....