BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan JKN dari Volume ke Mutu
- 30 Sep 2026 16:52 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - BPJS Kesehatan mendorong transformasi pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari orientasi pada jumlah layanan menuju manfaat kesehatan yang benar-benar dirasakan peserta.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan luasnya cakupan kepesertaan JKN harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan.
Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia.
“Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial,” ujar Pujo dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026.
Menurutnya, peningkatan pemanfaatan layanan JKN menunjukkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Hal itu didukung dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hingga 1 September 2026, tercatat 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), dan 7.180 sarana penunjang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Namun, Pujo menegaskan, peningkatan jumlah fasilitas dan pemanfaatan layanan perlu dibarengi dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan medis serta mampu memberikan hasil kesehatan yang optimal bagi peserta.
Dari sisi pembiayaan, sepanjang 2014 hingga 2025 BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun kepada fasilitas kesehatan untuk pembayaran pelayanan kesehatan.
Besarnya pembiayaan tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap Program JKN, terutama bagi peserta yang membutuhkan pengobatan berbiaya tinggi atau menjalani perawatan dalam jangka panjang.
“Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik,” katanya.
Untuk mendorong peningkatan mutu tersebut, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang dinilai menunjukkan komitmen dan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN.
Pujo berharap fasilitas kesehatan penerima penghargaan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lainnya, sekaligus menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam meningkatkan mutu, inovasi serta akuntabilitas pelayanan JKN.
Selain mutu pelayanan medis, BPJS Kesehatan juga menaruh perhatian pada pengalaman peserta saat mengakses layanan kesehatan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU (BPJS Siap Membantu). Kehadiran petugas ini diarahkan untuk memperkuat pemberian informasi dan pendampingan kepada peserta selama memperoleh pelayanan kesehatan.
Dengan cakupan kepesertaan yang telah mencapai lebih dari 98 persen populasi, BPJS Kesehatan menargetkan peningkatan kualitas layanan agar manfaat Program JKN tidak hanya terlihat dari banyaknya masyarakat yang terlindungi, tetapi juga dari kualitas layanan dan hasil kesehatan yang diterima peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....