Kepesertaan JKN Ambon Capai 98,25 Persen, Peserta Aktif Baru 76,78 Persen
- 30 Sep 2026 14:39 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Ambon hingga 1 September 2026 telah mencapai 98,25 persen. Namun, tingginya cakupan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan keaktifan peserta.
Sekretaris Kota Ambon, Roberd Sapulette, mengatakan dari total penduduk Kota Ambon, sebanyak 358.347 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN. Namun, peserta yang berstatus aktif baru mencapai 280.056 jiwa atau 76,78 persen.
“Masih terdapat 78.291 jiwa penduduk lagi yang belum dapat mengakses pelayanan kesehatan karena kepesertaan JKN yang tidak aktif atau belum terdaftar,” kata Roberd saat membuka forum komunikasi terkait strategi penguatan rekrutmen dan reaktivasi peserta untuk UHC berkualitas di Balai Kota Ambon.
Menurut Roberd, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang berkualitas.
Sebab, menurutnya, keberhasilan UHC tidak hanya dilihat dari jumlah penduduk yang telah terdaftar sebagai peserta JKN, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kepesertaan aktif sehingga dapat memperoleh pelayanan kesehatan ketika dibutuhkan.
Pemkot Ambon, kata Roberd, telah melakukan sejumlah langkah untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Salah satunya memastikan seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memberikan pelayanan kepada peserta JKN aktif.
Selain itu, Pemkot Ambon juga mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk membantu masyarakat mendapatkan kepesertaan JKN.
“Untuk tahun 2026, Pemkot telah mengalokasikan Rp8,9 miliar dari APBD untuk membiayai masyarakat yang saat ini telah mencapai 16.021 jiwa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Indira Rumalutur, mengatakan masih diperlukan upaya untuk meningkatkan jumlah peserta JKN aktif guna memenuhi kriteria UHC Prioritas.
Indira menjelaskan, salah satu persyaratan UHC Prioritas adalah tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen.
Dengan tingkat keaktifan peserta JKN di Kota Ambon yang saat ini berada pada angka 76,78 persen, masih terdapat selisih sekitar 12 ribu peserta aktif yang perlu dikejar.
“Untuk pemenuhan UHC Prioritas, tingkat keaktifan peserta minimal 80 persen. Jadi, di Kota Ambon masih ada gap peserta aktif sekitar 12 ribu peserta,” kata Indira.
Untuk meningkatkan kepesertaan aktif, BPJS Kesehatan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak melalui skema pembiayaan JKN.
Salah satunya melalui program Donasi JKN yang dapat melibatkan perorangan, badan usaha, lembaga, maupun badan lainnya.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki kepesertaan JKN maupun peserta yang kepesertaannya tidak aktif agar kembali memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.
Roberd mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk badan usaha, badan hukum, lembaga filantropi, dan masyarakat, untuk berpartisipasi meningkatkan kepesertaan aktif JKN.
“Kami berharap bersama-sama dapat mendorong partisipasi seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk berkontribusi mewujudkan UHC yang berkualitas di Kota Ambon,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....