Bahaya Makanan Berjamur: Sekadar Dipotong Tak Jamin Bebas dari Risiko
- 16 Sep 2026 23:58 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kemunculan jamur pada makanan sering kali memicu dilema bagi masyarakat. Sebagian orang memilih untuk langsung membuangnya, sementara sebagian lainnya kerap memotong bagian yang berjamur lalu mengonsumsi bagian yang tersisa. Kebiasaan membuang bagian yang tampak busuk ini cukup umum diterapkan pada produk seperti roti, kue, atau bolu.
Namun, mengonsumsi sisa makanan yang pernah ditumbuhi jamur pada dasarnya tetap menyimpan risiko bagi kesehatan. Ahli ilmu gizi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, Prof. Dr. dr. Meilinah Hidayat, M.Kes., menegaskan bahwa bagian makanan yang terlihat bersih belum tentu sepenuhnya bebas dari kontaminasi spora.
Menurut Prof. Meilinah, jamur tidak hanya hidup pada permukaan yang terlihat secara kasatmata. Spora jamur dapat menyebar jauh ke bagian dalam, terutama pada jenis makanan yang memiliki tekstur lembut, basah, atau semi-basah. Karena itu, penanganan makanan berjamur sangat bergantung pada karakteristik tekstur dan kadar airnya.
Untuk makanan dengan tekstur basah atau semi-basah, ia sangat tidak menyarankan untuk dikonsumsi kembali meski bagian yang berjamur sudah dibuang. Kadar air yang tinggi pada makanan jenis ini mempermudah jamur berkembang biak dan merambat ke area yang tampak normal, sehingga pilihan paling aman adalah membuang seluruhnya.
Sementara itu, perlakuan berbeda berlaku untuk makanan yang relatif padat dan kering, seperti bolu. Bagian yang terkena jamur masih memungkinkan untuk dipotong, dengan catatan area pemotongan harus cukup luas hingga benar-benar bersih dan sisa makanan tersebut dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi.
Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan untuk ekstra waspada terhadap keberadaan jamur pada hidangan harian. Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan racun berbahaya yang dikenal sebagai mikotoksin, yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh jika sampai tertelan.
Struktur jamur yang kasat mata hanyalah bagian permukaan, sedangkan serabutnya bisa jadi telah merusak kualitas makanan secara keseluruhan. Oleh karena itu, jika muncul keraguan terhadap keamanan dan kebersihan suatu makanan yang telah berjamur, membuangnya merupakan keputusan terbaik demi meminimalkan risiko kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....