Wajah Mencong Tiba-tiba? Waspada! Simak Kata Spesialis Saraf RSUD Haulussy Ambon
- 15 Sep 2026 13:56 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Wajah yang tiba-tiba mencong atau mengalami kelemahan pada satu sisi wajah kerap dianggap sebagai tanda Bell’s palsy. Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi salah satu tanda awal stroke yang membutuhkan penanganan segera
Untuk itu, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa wajah mencong merupakan Bell’s palsy, terlebih jika keluhan muncul secara mendadak dan disertai gangguan pada anggota tubuh atau fungsi saraf lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis saraf ( Neurologi ) RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, dr. Enseline Nikijuluw, Sp.N kepada RRI, Selasa, 15 September 2026. Enseline menjelaskan bahwa Bell’s palsy merupakan gangguan pada saraf wajah atau saraf kranial ketujuh yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah.
Pada kondisi ini, penderita dapat mengalami kesulitan mengerutkan dahi, menutup mata pada sisi yang terkena, maupun tersenyum. Keluhan juga dapat disertai nyeri di sekitar telinga, serta mata kering atau berair.
Sementara itu, stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Selain wajah yang mencong, stroke dapat menyebabkan kelemahan atau kesemutan pada tangan dan kaki, gangguan bicara, gangguan penglihatan, pusing, gangguan keseimbangan, hingga sakit kepala hebat yang muncul mendadak
Menurutnya, perbedaan penting yang perlu diperhatikan adalah adanya gejala neurologis lain. Jika wajah mencong disertai tangan atau kaki yang tiba-tiba lemah, bicara pelo atau sulit memahami pembicaraan, gangguan penglihatan, kebas pada satu sisi tubuh, atau gangguan keseimbangan, kondisi tersebut harus dianggap sebagai keadaan darurat medis sampai terbukti sebaliknya.
Masyarakat juga diharapkan dapat mengingat tanda-tanda stroke melalui pesan “SeGeRa Ke RS”:
• Se: Senyum tidak simetris.
• Ge: Gerak tangan atau kaki melemah mendadak.
• Ra: Rangguan bicara atau sulit memahami pembicaraan.
• Ke: Kebas atau kesemutan pada separuh tubuh.
• R: Rabun atau gangguan penglihatan mendadak.
• S: Sakit kepala hebat atau gangguan keseimbangan yang muncul tiba-tiba.
Jika salah satu gejala tersebut muncul secara mendadak, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit, terutama unit gawat darurat. Waktu sangat menentukan keberhasilan penanganan stroke. Semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan terapi yang sesuai, semakin besar peluang untuk mencegah kecacatan yang lebih berat, kata dr.Enseline.
Hal lain yang tidak kalah penting menurutnya adalah mencatat waktu ketika gejala pertama kali diketahui. Informasi tersebut sangat penting bagi dokter untuk menentukan pilihan penanganan selanjutnya.
Dia juga mengingatkan Masyarakat untuk tidak melakukan tindakan seperti menusuk anggota tubuh misalnya jari dengan jarum, ataupun memberikan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan. Tindakan tersebut tidak boleh menggantikan pemeriksaan medis dan justru dapat menyebabkan keterlambatan pasien mendapatkan terapi yang tepat
Lantas, bagaimana jika wajah mencong hanya terjadi pada wajah tanpa keluhan lainnya?
Kondisi tersebut tetap sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Jika memang merupakan Bell’s palsy, terapi yang diberikan pada fase awal dapat memberikan manfaat lebih baik dan dokter dapat menentukan penanganan sesuai kondisi pasi
Menutup pembicaraan dengan RRI dokter Enselin menyampaikan Pesan penting bagi masyarakat, wajah mencong yang muncul tiba-tiba jangan dianggap sepele. Pastikan apakah terdapat kelemahan tangan atau kaki, gangguan bicara, kebas, gangguan penglihatan, atau gangguan keseimbangan.
Kenali tanda stroke, catat waktu mulai gejala, dan segera ke rumah sakit. Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya.
Artikel ini ditujukan sebagai edukasi kesehatan masyarakat dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....