Rekomendasi IDAI: 13 Cara Efektif Lindungi Anak dari Bahaya Abu Vulkanik
- 14 Sep 2026 09:17 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Rekomendasi IDAI: 13 Cara Efektif Lindungi Anak dari Bahaya Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi membawa risiko serius bagi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan anak-anak. Partikel abu yang sangat halus dan berujung tajam berpotensi memicu iritasi berat saat terhirup. Anak-anak dengan riwayat asma, alergi pernapasan, atau penyakit paru kronis menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Menyikapi hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi merilis 13 panduan langkah bagi orang tua untuk meminimalkan risiko paparan abu vulkanik pada anak:
- Evakuasi Jauhi Lokasi Terdampak: Langkah paling ideal adalah mengungsikan anak dari area terdampak atau mengikuti instruksi evakuasi resmi dari pihak berwenang.
- Tetap di Dalam Rumah: Jika evakuasi belum memungkinkan, pastikan anak berada di rumah dengan kondisi tertutup rapat saat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas angka 100.
- Pindahkan Anak Saat Membersihkan Rumah: Hindari keberadaan anak di lokasi pembersihan karena debu yang mengendap berisiko kembali melayang di udara.
- Gunakan Kain Basah untuk Membersihkan: Usap lantai atau permukaan perabot menggunakan lap basah dan hindari penggunaan sapu kering agar abu tidak beterbangan.
- Atur Sirkulasi AC: Matikan opsi udara luar pada sistem pendingin udara dan nyalakan mode sirkulasi ulang (recirculation atau closed vent).
- Hindari Penggunaan Kipas Angin: Hembusan angin dari kipas dapat menerbangkan kembali abu yang telah mengendap di lantai maupun furnitur.
- Gunakan Masker Khusus Anak: Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, pasangkan masker yang pas untuk anak berusia di atas 2 tahun.
- Gunakan Pelindung Mata: Pakaikan kacamata anak untuk meminimalkan kontak langsung partikel abu yang dapat memicu iritasi mata.
- Kenakan Pakaian Tertutup: Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk melindungi kulit, serta pastikan anak langsung mandi dan berganti pakaian usai dari luar rumah.
- Siapkan Obat-obatan Rutin: Bagi anak yang memiliki penyakit bawaan seperti asma atau alergi, pastikan ketersediaan obat rutin dan obat darurat selalu terjaga.
- Bebaskan Rumah dari Asap Tambahan: Hindarkan anak dari paparan asap rokok dan asap dapur agar saluran pernapasan tidak semakin teriritasi.
- Cukupi Kebutuhan Cairan dan Nutrisi: Pastikan intake air minum anak terpenuhi untuk mencegah dehidrasi, didukung dengan asupan gizi seimbang.
- Waspadai Tanda Bahaya Pernapasan: Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala darurat.
Ketua UKK Respirologi IDAI, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi (K), mengimbau para orang tua untuk tidak menganggap remeh gejala keluhan pernapasan pasca-terpapar abu.
"Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, atau saturasi oksigen di bawah 94 persen, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat," tegas dr. Wahyuni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....