Vanath Akui Geografi Kepulauan Membuat Pelayanan Kesehatan Maluku Lebih Mahal

  • 11 Agt 2026 22:37 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Kondisi geografis sebagai provinsi kepulauan menjadi salah satu tantangan besar Pemerintah Provinsi Maluku dalam memperluas pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil. Jarak antarpulau dan dominasi wilayah laut membuat distribusi tenaga medis maupun fasilitas pelayanan membutuhkan biaya lebih besar.

Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Abdullah Vanath mengatakan karakter geografis tersebut berdampak terhadap biaya perjalanan, distribusi barang dan jasa, serta penyediaan pelayanan publik, termasuk kesehatan. Persoalan itu menjadi tantangan tersendiri karena kebutuhan masyarakat tersebar di wilayah kepulauan yang luas.

"Kondisi itu membuat biaya distribusi barang dan jasa, perjalanan antarpulau serta penyediaan pelayanan publik menjadi lebih mahal," kata Vanath saat menghadiri pengambilan sumpah dan pelantikan 15 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah provinsi bersama berbagai pihak terus memperjuangkan kebijakan yang dapat memberikan ruang fiskal lebih besar bagi daerah kepulauan. Dukungan fiskal tersebut penting agar pembangunan fasilitas kesehatan dan penempatan tenaga medis dapat disesuaikan dengan karakter geografis Maluku.

Vanath juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan sosial sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya akan lebih mudah dilakukan apabila kondisi daerah tetap aman dan kondusif.

"Maluku tidak boleh kacau," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....