Waspadai Ciri-Ciri Asam Urat Tinggi yang Sering Diabaikan
- 29 Jun 2026 06:40 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Asam urat tinggi menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, namun gejalanya kerap diabaikan karena dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, kadar asam urat yang melebihi batas normal dapat memicu berbagai gangguan pada persendian hingga menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal asam urat tinggi menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), salah satu ciri yang paling umum adalah nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari. Rasa sakit biasanya sangat intens dan sering menyerang sendi jempol kaki. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, hingga jari tangan. Serangan nyeri dapat berlangsung selama beberapa hari dan membuat penderitanya kesulitan beraktivitas.
Selain nyeri, sendi yang terkena biasanya mengalami pembengkakan, kemerahan, dan terasa hangat saat disentuh. Peradangan ini terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Pada sebagian orang, gejala tersebut dapat muncul berulang kali, terutama jika kadar asam urat tidak dikendalikan melalui pola makan sehat dan pengobatan yang sesuai.
Ciri lain yang sering luput dari perhatian adalah kekakuan pada sendi setelah bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak. Kondisi ini dapat membuat gerakan menjadi terbatas dan terasa tidak nyaman. Jika dibiarkan dalam waktu lama, penumpukan kristal asam urat dapat merusak jaringan sendi sehingga meningkatkan risiko gangguan permanen.
Pada kasus yang sudah berlangsung lama, penderita dapat mengalami munculnya benjolan kecil atau tofi di sekitar sendi, telinga, maupun bagian tubuh lainnya. Benjolan ini terbentuk akibat endapan kristal asam urat yang menumpuk di bawah kulit. Meski tidak selalu menimbulkan rasa sakit, tofi dapat mengganggu fungsi sendi dan menjadi tanda bahwa penyakit telah berkembang ke tahap yang lebih serius.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa menjaga kadar asam urat tetap normal dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis makanan laut. Selain itu, memperbanyak minum air putih, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menghindari konsumsi alkohol juga dapat membantu menurunkan risiko peningkatan kadar asam urat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala-gejala yang mengarah pada asam urat tinggi. Apabila nyeri sendi terjadi berulang, disertai pembengkakan atau kemerahan, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan agar penyebabnya dapat dipastikan dan memperoleh penanganan yang tepat. Deteksi dini serta perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan persendian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....