Gigi Sensitif Bisa Ganggu Aktivitas, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
- 09 Jun 2026 19:25 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Menikmati segelas minuman dingin di siang hari atau menyeruput kopi hangat di pagi hari seharusnya menjadi hal yang menyenangkan. Namun, bagi sebagian orang, aktivitas sederhana tersebut justru memicu rasa ngilu yang tajam pada gigi. Kondisi ini dikenal sebagai gigi sensitif dan dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.
Dilansir dari Alo Dokter, gigi sensitif merupakan rasa sakit atau ngilu sementara yang muncul saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, asam, maupun ketika menyikat gigi. Keluhan ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi mengalami kerusakan sehingga bagian dalam gigi yang lebih sensitif menjadi terpapar.
Pada kondisi normal, gigi dilindungi oleh enamel pada bagian mahkota dan sementum pada bagian akar. Di bawah kedua lapisan tersebut terdapat dentin yang berisi saluran-saluran kecil yang terhubung dengan saraf gigi. Ketika enamel atau sementum menipis atau rusak, rangsangan dari luar dapat mencapai saraf dan menimbulkan rasa ngilu.
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif. Beberapa di antaranya adalah gigi berlubang, gigi patah, radang gusi atau gingivitis, serta penumpukan plak. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi terlalu keras juga dapat mengikis lapisan pelindung gigi dan meningkatkan risiko munculnya sensitivitas.
Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu asam, seperti lemon, kiwi, acar, atau saus tomat, juga dapat mempercepat pengikisan enamel. Tidak hanya itu, penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol serta pasta gigi pemutih tertentu dapat membuat gigi menjadi lebih sensitif pada sebagian orang.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah kebiasaan menggeretakkan gigi saat tidur maupun saat beraktivitas. Beberapa prosedur perawatan gigi, seperti pemutihan gigi, pencabutan gigi, pemasangan mahkota gigi, atau penambalan gigi, juga dapat menyebabkan sensitivitas sementara setelah tindakan dilakukan.
Meski tidak tergolong penyakit serius, gigi sensitif sebaiknya tidak diabaikan. Penanganan yang umum dilakukan antara lain menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, pasta gigi yang mengandung fluoride, hingga perawatan medis tertentu seperti penutupan akar gigi yang terbuka atau perawatan saluran akar apabila terdapat infeksi.
Untuk mencegah gigi sensitif, masyarakat disarankan menyikat gigi dengan lembut menggunakan sikat berbulu halus dan menghindari konsumsi makanan atau minuman yang terlalu asam secara berlebihan. Menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari juga menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan gigi dan gusi.
Selain itu, penggunaan produk perawatan gigi yang sesuai dengan kondisi gigi sensitif dapat membantu mengurangi keluhan yang muncul. Jika rasa ngilu tidak kunjung membaik atau semakin sering terjadi, konsultasi dengan dokter gigi perlu dilakukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat. Dengan perawatan yang tepat, gigi sensitif dapat dikendalikan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....