Kenali Berbagai Jenis Sakit Mata sebelum Terlambat

  • 01 Jun 2026 17:06 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Mata merupakan salah satu organ vital yang berperan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap sakit mata sebagai gangguan ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, beberapa jenis sakit mata ternyata dapat menimbulkan komplikasi serius hingga mengganggu fungsi penglihatan jika tidak ditangani dengan tepat.

Dilansir dari Alo Dokter, terdapat beberapa jenis sakit mata yang wajib diwaspadai karena dapat menular serta menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan mata. Gejalanya pun beragam, mulai dari mata merah, gatal, nyeri, hingga gangguan penglihatan.

Salah satu jenis sakit mata yang perlu mendapat perhatian adalah herpes zoster oftalmikus. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang juga menyebabkan cacar ular. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang pernah mengalami cacar air saat masa kanak-kanak dan dapat menimbulkan gejala berupa mata merah, nyeri hebat di sekitar mata, pembengkakan kelopak mata, hingga sensitivitas terhadap cahaya.

Selain itu, terdapat pula keratitis herpes simpleks yang menyerang kornea mata. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 dan dapat membuat kornea menjadi berkabut serta membengkak. Gejalanya meliputi mata merah, rasa nyeri, mata berair terus-menerus, hingga sensasi seperti ada benda asing yang mengganjal di mata.

Dilansir dari Alo Dokter, virus herpes simpleks dapat kembali aktif ketika sistem kekebalan tubuh melemah. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita herpes, seperti melalui ciuman atau kontak dengan luka herpes di area bibir. Pada kondisi tertentu, penyakit ini bahkan dapat membahayakan kesehatan, terutama pada bayi karena berisiko menyerang sistem saraf pusat.

Jenis sakit mata lainnya yang cukup sering ditemukan adalah konjungtivitis atau yang dikenal sebagai pink eye. Penyakit ini merupakan peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, maupun iritasi akibat polusi dan bahan kimia tertentu.

Gejala konjungtivitis antara lain mata berair, mata merah, rasa gatal atau perih, sensitivitas terhadap cahaya, hingga pandangan yang menjadi kabur. Untuk mencegah kondisi semakin parah, penderita disarankan menghindari penggunaan lensa kontak, riasan mata, serta segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Sementara itu, konjungtivitis klamidia juga menjadi salah satu jenis sakit mata yang perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat menular melalui tangan yang terkontaminasi bakteri kemudian menyentuh area mata. Gejala yang muncul meliputi mata merah, iritasi, pembengkakan kelopak mata, keluarnya cairan dari mata, hingga penurunan penglihatan.

Untuk mengurangi risiko terkena sakit mata, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menghindari menyentuh mata dengan tangan kotor, tidak berbagi penggunaan handuk atau kosmetik, serta menghindari penggunaan lensa kontak saat mengalami infeksi mata. Langkah pencegahan sederhana ini dinilai efektif dalam menekan risiko penularan berbagai penyakit mata.

Para ahli juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyepelekan gejala sakit mata yang berlangsung lebih dari tiga hari atau disertai gangguan penglihatan. Pemeriksaan dan penanganan medis yang cepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serta menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....