Studi Ungkap Kondisi Mata Bisa Jadi Tanda Risiko Penyakit Jantung

  • 23 Mei 2026 11:23 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sebuah penelitian terbaru mengungkap hubungan erat antara kesehatan mata dan penyakit jantung. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances tahun 2025 menunjukkan bahwa kondisi pembuluh darah di retina mata dapat menjadi indikator penting kesehatan sistem peredaran darah, proses penuaan, hingga risiko kematian dini.

Penelitian berjudul Mendelian randomization study implicates inflammaging biomarkers in retinal vasculature, cardiovascular diseases, and longevity itu menyoroti bagaimana jaringan pembuluh darah kecil pada mata mampu memberikan gambaran kondisi pembuluh darah di seluruh tubuh.

Presiden American Optometric Association, Jacqueline Bowen, mengatakan retina mata dapat menjadi “jendela” untuk melihat kondisi sistem sirkulasi manusia secara langsung.

“Riset ini memetakan mikrovaskular mata yang menjadi gambaran visual akurat terhadap sistem peredaran darah tubuh,” ujar dr. Bowen.

Para peneliti menemukan bahwa orang dengan pola pembuluh darah retina yang terlalu sederhana memiliki risiko lebih tinggi mengalami peradangan kronis, penyakit jantung, stroke, hingga kematian dini.

Menurut dr. Bowen, pembuluh darah retina yang tampak sederhana cenderung lebih rapuh dan dapat menandakan adanya gangguan aliran darah atau kerusakan pembuluh darah akibat proses penuaan dan peradangan.

Sebaliknya, pola pembuluh darah retina yang lebih kompleks dan bercabang seperti ranting pohon justru dikaitkan dengan kondisi jantung yang lebih sehat dan kemampuan tubuh yang lebih baik dalam beradaptasi.

Dokter spesialis mata di MemorialCare Orange Coast Medical Center, Benjamin Bert, mengatakan temuan tersebut membuka peluang pemanfaatan retina mata sebagai alat deteksi dini berbagai penyakit sistemik.

Selain melihat pola pembuluh darah, penelitian juga menyoroti peran dua protein yang berkaitan dengan proses peradangan dan penuaan, yakni MMP12 dan reseptor IgG-Fc IIb.

Protein MMP12 diketahui berperan dalam proses perombakan jaringan tubuh, tetapi dalam jumlah tinggi dapat memicu kerusakan pembuluh darah akibat peradangan. Sementara reseptor IgG-Fc IIb berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh dan proses penuaan sel.

Peningkatan kedua protein tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular pada usia lanjut.

Direktur Program Genetik Kardiovaskular di University of Iowa, Ferhaan Ahmad, mengatakan peradangan kronis memang telah lama diketahui dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah dan memicu serangan jantung maupun stroke.

Ia menilai penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah protein-protein tersebut dapat menjadi target pengobatan di masa depan.

Para ahli menjelaskan, mata menjadi organ penting untuk mendeteksi gangguan pembuluh darah karena merupakan satu-satunya area tubuh yang memungkinkan dokter melihat sirkulasi darah secara langsung tanpa prosedur invasif.

Pemeriksaan dilatasi mata yang dilakukan dengan melebarkan pupil menggunakan obat tetes telah lama digunakan untuk membantu mendeteksi penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan pembuluh darah lainnya.

Karena itu, pemeriksaan mata rutin tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan penglihatan, tetapi juga dapat membantu mendeteksi gangguan kesehatan organ vital lainnya sejak dini, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....