InaSH Ingatkan Pentingnya Cegah Hipertensi Anak sejak Dini

  • 23 Mei 2026 11:22 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 1 Januari hingga 3 Mei 2026 menunjukkan sekitar 13 persen anak sekolah dasar (SD) terdeteksi mengalami hipertensi. Temuan tersebut menjadi perhatian karena tekanan darah tinggi kini tidak lagi hanya dialami orang dewasa, tetapi juga mulai muncul pada anak-anak usia sekolah.

Meski hasil pemeriksaan masih memerlukan evaluasi lanjutan untuk memastikan penyebabnya, pola hidup yang tidak sehat dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan tekanan darah pada anak.

Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), Eka Harmeiwaty, mengatakan kebiasaan kurang bergerak serta konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak perlu segera dibatasi sejak usia dini.

Menurut dr. Eka, jika pola hidup tidak sehat terus dibiarkan, anak berisiko tumbuh dewasa dengan membawa penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, stroke, hingga gangguan jantung.

“Anak-anak perlu diajari pola olahraga dan pola hidup sehat sejak dini,” ujar dr. Eka dalam peluncuran tensimeter Omron SF Series di Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan edukasi gaya hidup sehat idealnya mulai diberikan pada usia enam hingga delapan tahun, karena pada usia tersebut anak mulai aktif memilih jajanan dan lebih mudah membentuk kebiasaan makan tertentu.

Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan orangtua adalah membatasi asupan garam sejak anak masih kecil, bahkan ketika mulai menerima makanan pendamping ASI (MPASI). Menurut dr. Eka, lidah memiliki memori rasa sehingga kebiasaan mengonsumsi makanan asin atau manis berlebihan akan terus terbawa hingga dewasa.

Asupan sodium yang tidak terkontrol sejak masa pertumbuhan dapat memberikan beban besar pada sistem sirkulasi darah dan jantung. Kondisi tersebut perlahan dapat memicu kerusakan pembuluh darah yang menjadi awal munculnya hipertensi dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Selain pola makan, gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk juga menjadi perhatian. Penggunaan gawai yang berlebihan membuat banyak anak kurang bergerak dan lebih jarang melakukan aktivitas fisik.

“Anak-anak sekarang banyak yang obesitas karena terlalu sering bermain gadget dan kurang aktivitas,” kata dr. Eka.

Obesitas pada anak diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga gangguan pernapasan. Risiko tersebut bahkan bisa terus terbawa hingga usia dewasa apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, anak perlu dibiasakan aktif bergerak melalui olahraga ringan, bermain di luar rumah, maupun aktivitas fisik lainnya agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

Selain itu, dr. Eka juga mengingatkan pentingnya menjauhkan anak dari paparan rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Menurutnya, kebiasaan merokok pada usia dini menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak di masa depan.

Melalui edukasi pola hidup sehat sejak kecil, risiko hipertensi dan penyakit kronis pada anak diharapkan dapat ditekan sehingga generasi muda dapat tumbuh lebih sehat dan aktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....