Diet Instan Tak Selalu Efektif dan Aman

  • 16 Mei 2026 21:44 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kelebihan berat badan sering kali dianggap hanya disebabkan pola makan berlebihan atau kurang disiplin menjaga tubuh. Padahal, kondisi tersebut bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hormon, metabolisme, hingga kondisi kesehatan tertentu yang berbeda pada setiap individu. Karena itu, penanganan berat badan sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

Pendampingan tenaga medis dinilai penting agar program penurunan berat badan tidak hanya berfokus pada angka timbangan. Dokter dan ahli gizi dapat membantu menyesuaikan pola makan, menjaga massa otot, hingga memantau risiko penyakit penyerta yang mungkin dialami seseorang selama menjalani program diet.

Model dan penyanyi Vicky Shu menjadi salah satu figur publik yang membagikan pengalamannya menjalani program penurunan berat badan dengan pengawasan medis. Setelah melahirkan anak keduanya, ia mengaku menghadapi tantangan berat badan yang cukup signifikan dan memilih mengikuti program weight management selama delapan minggu.

Melalui program tersebut, Vicky mendapatkan pendampingan dokter serta pengaturan pola makan yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Ia juga menjalani terapi GLP-1 untuk membantu mengontrol nafsu makan selama proses penurunan berat badan berlangsung.

Menurut Vicky, program yang dijalaninya bukan hanya bertujuan menurunkan berat badan semata, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental. Ia menilai proses transformasi tubuh seharusnya tidak didasarkan pada standar kecantikan orang lain, melainkan untuk mencapai kondisi tubuh yang lebih sehat.

VP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim, menjelaskan bahwa program manajemen berat badan perlu dilakukan dengan pendekatan medis yang dipersonalisasi. Program tersebut menggabungkan edukasi, pendampingan dokter dan ahli gizi, teknologi kesehatan, serta terapi berbasis bukti ilmiah agar hasil yang diperoleh lebih aman dan berkelanjutan.

Melalui layanan Halofit by Halodoc, pengguna dapat mengikuti program transformasi selama 30 hari yang mencakup konsultasi dokter, meal plan dari ahli gizi, obat pendamping, hingga pendampingan penuh selama program berlangsung. Jika diperlukan secara medis, terapi GLP-1 juga dapat diberikan untuk membantu mengontrol nafsu makan, dengan pengawasan dokter spesialis endokrin dan gizi klinis.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....