Waspadai Gejala Virus Hanta yang Menyerang Organ Tubuh
- 12 Mei 2026 17:19 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Virus hanta merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang paru-paru maupun ginjal dan menimbulkan komplikasi serius. Penyakit ini ditularkan melalui tikus atau hewan pengerat lain yang membawa hantavirus. Penularannya bisa terjadi saat seseorang menghirup partikel dari urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Dilansir dari Alo Dokter, gejala virus hanta umumnya tidak langsung muncul setelah seseorang terpapar. Masa inkubasi penyakit ini berkisar antara 1 hingga 8 minggu, tergantung kondisi tubuh dan tingkat paparan virus. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami keluhan yang mirip flu sehingga sering tidak disadari.
Gejala awal yang sering muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa lemas, serta mual dan muntah. Sebagian penderita juga mengalami sakit perut dan diare. Kondisi tersebut kerap dianggap sebagai penyakit biasa, padahal dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Pada kasus yang menyerang paru-paru atau hantavirus pulmonary syndrome (HPS), penderita dapat mengalami batuk dan sesak napas setelah beberapa hari mengalami gejala awal. Napas terasa berat karena cairan mulai memenuhi paru-paru. Dalam kondisi berat, penderita bahkan bisa mengalami nyeri dada dan penurunan kadar oksigen dalam tubuh.
Selain menyerang paru-paru, virus hanta juga dapat menyebabkan gangguan ginjal yang dikenal dengan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Gejalanya antara lain sakit kepala berat, nyeri pada punggung dan perut, pandangan kabur, hingga muncul ruam atau kemerahan pada kulit. Pada tahap lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah menurun dan gangguan fungsi ginjal.
Virus hanta tergolong berbahaya karena dapat memicu komplikasi serius seperti edema paru, syok, gagal ginjal, bahkan kematian. Oleh sebab itu, masyarakat perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus, terutama setelah kontak dengan tikus atau berada di lingkungan yang banyak hewan pengerat.
Risiko tertular virus hanta lebih tinggi pada orang yang tinggal di lingkungan kurang bersih, gudang yang jarang dibersihkan, atau area dengan populasi tikus yang tinggi. Selain itu, aktivitas seperti berkemah, berburu, dan membersihkan ruangan tertutup tanpa alat pelindung juga dapat meningkatkan risiko paparan virus.
Hingga kini belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus hanta. Karena itu, langkah pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Masyarakat juga dianjurkan rutin mencuci tangan, membersihkan rumah dengan disinfektan, serta menutup akses masuk tikus ke dalam rumah agar risiko penularan dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....