Hari Bidan Internasional dan Warisan Bidan Tradisional di Ambon
- 05 Mei 2026 09:09 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Hari Bidan Internasional yang diperingati setiap Tanggal 5 Mei bukan hanya sekadar perayaan profesi, melainkan pengakuan global atas peran vital bidan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta menjaga kesehatan reproduksi masyarakat. Di tengah kemajuan ilmu kedokteran modern, tanah Maluku, khususnya Ambon, menyimpan sebuah keunikan yang indah: keberadaan dan keberlangsungan peran Bidan Modern dan Bidan Tradisional yang berjalan beriringan, saling mengisi, dan menjadi penjaga garis depan kehidupan.
Di era sekarang, bidan di Ambon bekerja dengan standar pelayanan kesehatan yang tinggi. Mereka adalah tenaga profesional yang mengandalkan ilmu pengetahuan, teknologi medis, serta protokol kesehatan yang ketat.
Peran mereka sangat krusial mulai dari pemeriksaan kehamilan (ANC), persalinan yang aman, perawatan nifas, hingga pelayanan KB dan kesehatan anak. Di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit, bidan modern hadir memberikan jaminan keselamatan dengan penanganan yang cepat, tepat, dan higienis. Mereka adalah representasi dari dedikasi, keahlian, dan pelayanan publik yang tak kenal lelah, siaga 24 jam demi keselamatan nyawa ibu dan buah hati.
Namun, di samping sistem kesehatan modern tersebut, masyarakat Ambon dan sekitarnya masih sangat menghormati keberadaan bidan tradisional, yang sering kali dikenal dengan sebutan lokal atau "Mama Biang" yang ahli dalam menolong persalinan.
Bidan tradisional di Ambon bukan hanya menolong kelahiran secara fisik, tetapi juga membawa serta kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang turun-temurun. Mereka menguasai pengetahuan tentang tanaman obat keluarga, ramuan-ramuan tradisional untuk memijat, memperlancar asi, maupun memulihkan kondisi ibu setelah melahirkan.
Dalam budaya masyarakat Ambon yang kental dengan nilai kekeluargaan dan keagamaan, bidan tradisional juga sering hadir memberikan ketenangan batin, doa, dan dukungan moral yang membuat ibu merasa lebih tenang dan percaya diri. Di beberapa pelosok desa atau pulau kecil di sekitar Ambon yang mungkin sulit dijangkau fasilitas kesehatan modern, bidan tradisional adalah harapan utama bagi ibu-ibu yang akan melahirkan.
Bidan modern membawa standar keselamatan dan medis, sementara bidan tradisional membawa kehangatan budaya dan pengobatan alami yang telah teruji waktu. Kolaborasi ini menjadi kekuatan besar. Banyak bidan tradisional kini mulai diajak berkoordinasi dengan tenaga medis untuk merujuk kasus berisiko tinggi, sementara ilmu pengobatan herbal mereka menjadi pelengkap yang baik dalam pemulihan pasca persalinan.
Melalui peringatan Hari Bidan Internasional ini, mari kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya. Terima kasih untuk para bidan profesional yang bekerja dengan dedikasi, dan juga terima kasih untuk para bidan tradisional yang setia menjaga warisan leluhur.
Di bumi Ambon, setiap kelahiran adalah doa, dan setiap bidan—baik yang berseragam maupun yang membawa warisan leluhur—adalah malaikat tak bersayap yang memastikan doa itu terwujud dengan selamat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....