Dunia Usaha Didorong Aktif Cegah Penyakit Dengue
- 27 Apr 2026 03:50 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Penyakit dengue masih menjadi ancaman kesehatan yang serius di Indonesia. Selain berdampak pada individu, penyakit ini juga memengaruhi produktivitas kerja dan keberlangsungan bisnis, terutama karena banyak menyerang kelompok usia produktif.
Dengue termasuk dalam penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia, salah satunya melalui vektor seperti nyamuk. Kondisi ini membuat pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di lingkungan kerja.
Direktur Bina Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI, M. Yusuf, menegaskan bahwa tempat kerja memiliki potensi menjadi lokasi penularan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penerapan higiene dan sanitasi lingkungan kerja menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran dengue.
Upaya tersebut didorong melalui kampanye “SIAP Lawan Dengue” yang mengajak perusahaan untuk mengambil langkah konkret. Mulai dari meningkatkan kesadaran karyawan, memperkuat pengendalian lingkungan, hingga mengintegrasikan perlindungan kesehatan dalam kebijakan perusahaan.
Ketua Umum PERDOKI, Agustina Puspitasari, menyebut bahwa dengue juga memberikan beban ekonomi yang besar. Biaya perawatan penyakit ini dapat mencapai Rp 10 juta hingga Rp 60 juta per kasus, dengan risiko kematian yang tidak sedikit.
Selain itu, dampak dengue juga terlihat dari menurunnya produktivitas akibat hilangnya waktu sehat masyarakat. Karena belum tersedia obat yang dapat menyembuhkan secara spesifik, langkah pencegahan seperti 3M Plus dan vaksinasi menjadi sangat penting.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menegaskan bahwa tempat kerja dapat menjadi titik awal perlindungan kesehatan. Melalui kolaborasi antara perusahaan dan tenaga kesehatan, diharapkan upaya pencegahan dengue dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....