Manfaat Tidur di Alam Terbuka yang Belum Diketahui

  • 13 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Tidur di bawah langit berbintang ternyata bukan hanya romantis, tetapi juga bisa membantu mengatur ulang jam biologis tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur. Namun, tidak semua orang akan merasakan manfaat yang sama.

Banyak penelitian membuktikan bahwa berada di alam baik untuk kesehatan. Menurut Dr. Jennifer L. Martin, juru bicara American Academy of Sleep Medicine (AASM), ada dua alasan utama mengapa sebagian orang tidur lebih nyenyak saat berada di luar ruangan.

Pertama, banyak gangguan tidur sehari-hari hilang ketika kita berada di alam bebas. “Ketika kamu berada di hutan, tidak ada ponsel, televisi, atau laptop yang mengganggu,” jelas Martin. Lingkungan cenderung lebih sepi, lebih dingin, dan lebih nyaman—semua faktor ini mendukung tidur yang lebih baik.

Kedua, tidur di luar biasanya terjadi saat kita sedang berlibur. “Tingkat stres menurun ketika kita berlibur,” tambah Martin. Rasa rileks ini membuat kita lebih mudah tertidur dan tidur lebih lelap.

Salah satu manfaat terbesar tidur di alam adalah kemampuannya mengatur ulang ritme sirkadian—jam biologis alami tubuh yang mengatur kapan kita bangun dan tidur. Paparan cahaya alami dari matahari membantu tubuh menyelaraskan siklus tidur-bangun.

Martin menjelaskan, “Tidur manusia banyak berubah sejak adanya listrik.” Lampu dan layar elektronik memancarkan cahaya biru yang dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu kita tidur. Tidur di alam meminimalkan gangguan ini. Cahaya matahari di pagi hari kemudian membantu tubuh memproduksi serotonin, hormon yang meningkatkan mood.

“Tidur yang cukup secara konsisten adalah cara terbaik mencegah masalah kesehatan kronis dan menjaga kesehatan mental,” jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....