Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Ajak Warga Waspadai Campak Dewasa

  • 28 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak setelah meninggalnya seorang dokter internship di Cianjur, Jawa Barat. Dokter berinisial AMW (26) dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugasnya di RSUD Cimacan pada Kamis (26/3/2026). Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat berdampak fatal pada orang dewasa. Kemenkes menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit menular ini.

Sebelum meninggal dunia, korban mengalami sejumlah gejala khas campak, seperti demam tinggi, ruam merah di kulit, hingga sesak napas berat. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa kondisi pasien memburuk akibat komplikasi serius. Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasien diketahui mengalami campak yang disertai komplikasi pneumonia. Komplikasi tersebut memperparah kondisi hingga berujung pada kematian.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Kemenkes segera melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari penyebaran lebih luas. Tim kesehatan melakukan pelacakan terhadap kontak erat pasien guna mengidentifikasi potensi penularan. Selain itu, dilakukan pula penilaian risiko di lingkungan sekitar serta pemberian vitamin A kepada kelompok rentan. Upaya ini penting mengingat campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet.

Kemenkes menegaskan bahwa orang dewasa tetap memiliki risiko tinggi terkena campak, terutama jika belum pernah mendapatkan vaksin atau tidak memiliki kekebalan alami. Dalam kondisi tersebut, infeksi campak dapat berkembang menjadi lebih serius dibandingkan pada anak-anak. Gejala berat seperti gangguan pernapasan hingga komplikasi organ dapat terjadi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak menganggap remeh penyakit ini.

Sebagai langkah pencegahan utama, vaksinasi menjadi perlindungan paling efektif terhadap campak. Vaksin MMR vaccine terbukti mampu mencegah infeksi serta mengurangi risiko komplikasi berat. Perlindungan optimal diperoleh setelah seseorang menerima dua dosis vaksin. Meskipun umumnya diberikan pada masa kanak-kanak, vaksinasi tetap dapat dilakukan pada orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya.

Selain vaksinasi, masyarakat juga diminta untuk mengenali gejala awal campak agar dapat segera ditangani. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, ruam merah, batuk, serta sesak napas. Jika muncul tanda-tanda berat seperti kesulitan bernapas, nyeri dada, atau muntah hebat, pasien disarankan segera mencari pertolongan medis. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan masker saat sakit. Langkah sederhana ini dapat membantu menekan risiko penularan penyakit. Kasus meninggalnya dokter muda di Cianjur menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap penyakit menular harus terus ditingkatkan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....