Sering Bicara Belibet, Psikolog: Bisa Dipicu Kecemasan hingga Kurang Percaya Diri

  • 18 Mar 2026 16:58 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Belibet saat berbicara, khususnya dalam aktivitas sehari-hari yang mengharuskan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain ataupun dalam situasi formal seperti presentasi, pidato, meeting atau yang sejenis, merupakan satu masalah yang sering dikeluhkan banyak orang.

Kebiasaan berbicara belibet atau terbata-bata dan tidak lancar kerap dianggap sebagai tanda seseorang kurang memiliki kemampuan komunikasi. Namun ternyata ada faktor-faktor penyebab lain yang bisa mendasarinya. Secara psikologis, kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti kecemasan hingga kurangnya kepercayaan diri.

Psikolog Klinis, Nur Ria Handayani, menjelaskan bahwa kecemasan sering menjadi penyebab utama seseorang belibet saat berbicara. Kecemasan ini tidak selalu terlihat jelas. Terkadang seseorang merasa gugup tanpa menyadarinya, terutama saat berbicara di depan umum atau dengan orang serta situasi yang dianggap penting.

Ria menambahkan lingkungan dan kebiasaan juga cukup memengaruhi cara kita berbicara. “Jika seseorang terbiasa dengan lingkungan yang tidak mendukung komunikasi efektif seperti sering diinterupsi atau tidak didengarkan, ini juga dapat memicu belibet saat bicara karena tidak percaya diri sehingga individu akan cenderung ragu-ragu, gugup, mengulang kata, atau bicara berbelit-belit karena takut salah”

Disamping itu, mengutip salah satu hasil penelitian dari Stanford University menunjukkan bahwa kebiasaan multitasking dapat mengurangi efisiensi otak dalam memproses informasi. Saat kita mencoba melakukan banyak hal sekaligus seperti berbicara sambil memikirkan hal lain otak jadi kewalahan. Akibatnya, ucapan jadi tidak fokus dan berbelit-belit.

Meski demikian, kondisi ini tidak selalu menunjukkan gangguan serius, melainkan hal yang umum terjadi pada banyak orang dalam situasi tertentu.

Untuk mengatasinya, Ria menyarankan agar individu dapat melatih diri untuk bisa lebih tenang saat akan berbicara. Caranya bisa dengan relaksasi, mengatur nafas, menyiapkan diri semaksimal mungkin sehingga rasa cemas yang dirasakan dapat berkurang. Disamping itu, individu juga perlu menguasai materi atau bahan yang akan disampaikan (menyusun point-point penting menjadi bagian yang lebih kecil sehingga terlihat lebih simple), usahakan untuk berbicara dengan tempo yang tidak terlalu cepat, dan ada jeda karena ini akan membantu kita berbicara dengan lebih jelas, dan memungkinkan kita mengurangi kesalahan penyebutan kata, dan menjaga tempo. sehingga diharapkan dengan melakukan hal-hal tersebut kemungkinan seseorang untuk berbicara belibet atau tidak lancar akan berkurang.

Intinya, belibet dalam berbicara adalah hal yang wajar dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, dengan memahami penyebabnya dan melatih diri secara konsisten, kita bisa meningkatkan kemampuan komunikasi yang kita punya. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki keunikan dan pola tersendiri dalam berbicara, namun yang terpenting adalah pesan yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik. Jadi, jangan khawatir berlebihan jika Anda masih sering belibet. Teruslah berlatih, percaya diri, dan nikmati prosesnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....