Hari Glaukoma Sedunia Momentum Edukasi Pentingnya Deteksi Dini

  • 11 Mar 2026 14:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Hari Glaukoma Sedunia diperingati setiap tanggal 12 Maret sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit glaukoma, salah satu penyebab utama kebutaan permanen di dunia. Peringatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata serta melakukan pemeriksaan secara rutin untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Glaukoma merupakan penyakit mata yang terjadi akibat kerusakan saraf optik, umumnya dipicu oleh meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Penyakit ini sering disebut sebagai “pencuri penglihatan” karena berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru menyadari kondisinya ketika penglihatan sudah mengalami kerusakan yang cukup serius.

Melansir dari laman National Today, Hari Glaukoma Sedunia pertama kali dicanangkan pada tahun 2008 oleh organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan mata, yaitu World Glaucoma Association (WGA) bersama World Glaucoma Patient Association (WGPA). Kedua organisasi ini berupaya meningkatkan perhatian dunia terhadap ancaman glaukoma yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan tepat.

Sejak dicanangkan, peringatan ini kemudian berkembang menjadi kampanye kesehatan global yang melibatkan berbagai lembaga kesehatan, rumah sakit, tenaga medis, hingga komunitas masyarakat. Berbagai kegiatan edukasi, pemeriksaan mata gratis, seminar kesehatan, serta kampanye di media dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang penyakit ini.

Pada tahun 2010, kampanye tersebut semakin diperluas melalui penyelenggaraan Pekan Glaukoma Sedunia atau World Glaucoma Week. Kegiatan ini biasanya berlangsung pada minggu kedua bulan Maret setiap tahunnya dan melibatkan berbagai negara di dunia. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan memahami risiko penyakit glaukoma.

Para ahli kesehatan mata menekankan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam mencegah kerusakan penglihatan akibat glaukoma. Pemeriksaan mata secara rutin, terutama bagi kelompok berisiko seperti lansia, penderita diabetes, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, sangat dianjurkan untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Dengan diperingatinya Hari Glaukoma Sedunia setiap tahun, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mata. Upaya pencegahan dan pemeriksaan secara berkala diharapkan mampu menekan angka kebutaan akibat glaukoma serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....