Rahasia Bangun Pagi tanpa Rasa "Zonkie"

  • 09 Mar 2026 11:13 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Bangun pagi seringkali menjadi perjuangan berat bagi banyak orang, bahkan setelah tidur selama delapan jam. Fenomena kelelahan saat bangun tidur ini dikenal dalam dunia medis sebagai sleep inertia. Kondisi ini ditandai dengan rasa pening, disorientasi, dan keinginan kuat untuk kembali memejamkan mata segera setelah alarm berbunyi.

Menurut Dr. Aris Munandar, Spesialis Kedokteran Tidur, penyebab utama dari rasa lesu ini bukanlah durasi tidur semata, melainkan gangguan pada ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah jam biologis internal yang mengatur kapan tubuh harus bangun dan tidur. Jika kita bangun di tengah siklus tidur dalam, otak memerlukan waktu lebih lama untuk sepenuhnya "panas" dan berfungsi normal.

Salah satu langkah paling efektif untuk mengatasi hal ini adalah dengan segera mencari paparan cahaya matahari. Dr. Aris menjelaskan bahwa cahaya terang yang masuk melalui retina mata akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghentikan produksi melatonin, hormon pemicu kantuk. Sebaliknya, tubuh akan mulai memproduksi kortisol alami yang memberikan energi untuk memulai hari.

Selain cahaya, hidrasi juga memegang peranan krusial. Selama 6 hingga 8 jam tidur, tubuh kehilangan banyak cairan melalui pernapasan dan keringat. Meminum segelas air putih segera setelah bangun tidur dapat membantu meningkatkan volume darah dan mempercepat metabolisme yang melambat selama kita terlelap, sehingga otak mendapatkan asupan oksigen lebih cepat.

Sebagai penutup, Dr. Aris menyarankan untuk menghindari penggunaan fitur snooze pada alarm. Menekan tombol tunda hanya akan menjerumuskan otak kembali ke awal siklus tidur yang baru, yang justru akan memperparah rasa pening saat kita bangun kembali 10 menit kemudian. Konsistensi waktu bangun adalah kunci utama agar tubuh terbiasa dengan ritmenya sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....