Memar di Tubuh Perlu Diwaspadai jika Muncul tanpa Sebab
- 08 Mar 2026 14:27 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Memar di tubuh merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Biasanya, memar muncul setelah seseorang terbentur benda keras atau mengalami benturan ringan yang menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah. Darah yang keluar dari pembuluh tersebut kemudian merembes ke jaringan di bawah kulit sehingga menimbulkan warna kebiruan atau keunguan yang dikenal sebagai memar.
Dalam banyak kasus, memar bukanlah kondisi berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, memar yang muncul tanpa sebab jelas atau disertai gejala lain bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Menurut Nicole Scully, CEO organisasi Leukaemia Care, memar yang muncul tanpa alasan yang jelas perlu diperhatikan.
“Ketika kamu tidak terbentur apa pun atau tidak mengalami benturan, tetapi tetap melihat memar muncul di tubuh tanpa alasan atau penjelasan, hal itu bisa menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan,” ujarnya.
Memar muncul tanpa benturan
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah ketika memar muncul tanpa adanya benturan atau cedera yang jelas. Dalam keadaan normal, memar biasanya terjadi setelah tubuh terbentur, terjatuh, atau mengalami tekanan kuat.
Namun jika memar muncul secara tiba-tiba tanpa sebab yang bisa dijelaskan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.
Memar disertai gejala lain
Selain muncul tanpa sebab, memar yang disertai gejala lain juga perlu diperhatikan. Beberapa gejala yang dapat menyertai kondisi tersebut antara lain:
- Perdarahan yang tidak biasa
- Infeksi yang sering terjadi
- Kelelahan berlebihan
- Nyeri yang muncul tanpa penyebab jelas
Jika memar muncul bersamaan dengan gejala tersebut, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya.
Memar muncul di area tubuh yang tidak biasa
Lokasi memar juga bisa menjadi petunjuk penting. Memar yang muncul di area tubuh yang sering terbentur seperti lutut, tulang kering, atau siku umumnya tidak terlalu mengkhawatirkan.
Namun jika memar muncul di bagian tubuh yang jarang mengalami benturan, seperti perut atau punggung, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada pembuluh darah atau sistem pembekuan darah.
Ukuran memar sangat besar atau warnanya sangat gelap
Perubahan ukuran dan warna memar juga perlu diperhatikan. Umumnya, memar akan berubah warna dari merah, kemudian menjadi biru atau ungu, dan akhirnya berubah menjadi hijau, kuning, atau cokelat sebelum menghilang.
Namun jika memar berukuran sangat besar atau berwarna ungu gelap, kondisi tersebut dapat menjadi tanda penyakit serius seperti Leukemia. Memar akibat kondisi ini bahkan bisa berukuran besar hingga menyerupai piring makan.
Memar bisa dipengaruhi kondisi kesehatan dan gaya hidup
Pada beberapa orang, memar dapat muncul lebih mudah karena kondisi tertentu. Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah kecil di bawah kulit menjadi lebih rapuh sehingga lebih mudah pecah saat mengalami benturan ringan.
Selain itu, beberapa jenis obat juga dapat meningkatkan risiko memar, seperti obat steroid, obat pengencer darah, obat antiinflamasi, serta obat pereda nyeri seperti aspirin dan ibuprofen.
Kondisi kesehatan seperti anemia atau kekurangan nutrisi juga dapat memicu memar. Kekurangan vitamin C dan vitamin K, misalnya, dapat membuat pembuluh darah lebih mudah rusak.
Gaya hidup juga berpengaruh. Konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar matahari yang tinggi, serta kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko munculnya memar dan memperlambat proses penyembuhannya.
Karena itu, jika memar muncul lebih sering dari biasanya, tidak memiliki penyebab yang jelas, atau disertai gejala lain yang mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....