Cara Membuat Telinga Tetap Aman Pakai Earphone
- 08 Mar 2026 13:54 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Penggunaan earphone atau headphone kini sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Banyak orang memakainya untuk mendengarkan musik, menonton video, hingga mengikuti rapat daring. Meski praktis, penggunaan perangkat audio ini tetap perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk pada kesehatan telinga. Paparan suara yang terlalu keras dalam waktu lama dapat menimbulkan gangguan pada sistem pendengaran.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (THT-KL), dr. Harim Priyono, mengingatkan bahwa telinga menerima paparan suara secara langsung ketika seseorang menggunakan earphone atau headphone. Jika volume suara terlalu tinggi dan digunakan dalam durasi lama, risiko gangguan pendengaran bisa meningkat. Gangguan tersebut dikenal sebagai noise induced hearing loss atau tuli akibat bising. Kondisi ini terjadi ketika telinga terus-menerus terpapar suara keras tanpa jeda yang cukup.
Gangguan pendengaran akibat bising umumnya termasuk jenis gangguan sensori neural. Jenis gangguan ini terjadi pada telinga bagian dalam, tepatnya pada sel rambut di koklea atau rumah siput. Sel rambut tersebut memiliki peran penting dalam mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik yang dikirimkan ke otak. Jika sel-sel tersebut rusak akibat paparan suara keras, kemampuan pendengaran bisa menurun secara permanen.
Kerusakan pada sel rambut koklea tidak dapat diperbaiki atau dipulihkan seperti semula. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menjaga kesehatan telinga. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengatur volume dan durasi penggunaan perangkat audio. Penggunaan earphone secara bijak dapat membantu mengurangi risiko gangguan pendengaran.
Untuk menjaga kesehatan telinga, para ahli menyarankan mengikuti prinsip penggunaan earphone yang dikenal sebagai aturan 60–60. Aturan ini berarti volume suara sebaiknya tidak lebih dari 60 persen dari kapasitas maksimal perangkat. Dengan mengatur volume pada batas tersebut, risiko paparan suara keras yang berlebihan dapat dikurangi. Cara ini juga membantu telinga tetap nyaman saat mendengarkan audio.
Selain mengatur volume, durasi penggunaan earphone juga perlu diperhatikan. Penggunaan secara terus-menerus sebaiknya tidak lebih dari 60 menit. Setelah digunakan selama satu jam, telinga disarankan beristirahat selama sekitar 15 menit atau lebih sebelum kembali menggunakan perangkat audio. Jeda ini penting agar telinga memiliki waktu untuk pulih dari paparan suara.
Saat ini juga tersedia teknologi alternatif seperti bone conduction earphone yang menghantarkan suara melalui getaran tulang di sekitar telinga. Teknologi ini tidak langsung menyalurkan suara melalui liang telinga seperti earphone biasa. Meski demikian, penggunaan perangkat audio tetap perlu dibatasi. Mengatur volume, durasi pemakaian, serta memberi waktu istirahat pada telinga merupakan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan pendengaran dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....