Atur Obat Diabetes Aman saat Puasa
- 20 Feb 2026 14:41 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Penderita diabetes tidak dianjurkan mengubah dosis atau jadwal minum obat sendiri saat berpuasa. Penyesuaian terapi harus dilakukan berdasarkan kondisi medis masing-masing pasien agar tetap aman. Dokter spesialis penyakit dalam RS Raja Ampat, Andi Khomeini Takdir Haruni, menegaskan bahwa pengaturan obat menjadi salah satu kunci agar puasa berjalan lancar bagi penyandang diabetes. Ia mengingatkan bahwa perubahan jam makan selama Ramadan otomatis memengaruhi jadwal konsumsi obat.
Dalam penjelasannya, dr. Andi menyebutkan bahwa obat harus tetap dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Beberapa pasien mungkin tetap menggunakan insulin dengan penyesuaian waktu penyuntikan. Sebagian lainnya cukup mengonsumsi obat oral seperti metformin, tergantung kondisi masing-masing. Semua keputusan tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memasuki bulan puasa.
Penyesuaian obat tidak bisa dilakukan secara umum karena setiap pasien memiliki kebutuhan terapi berbeda. Evaluasi medis sebelum Ramadan sangat dianjurkan untuk menentukan strategi pengobatan yang tepat. Pasien yang mengurangi atau menghentikan obat tanpa konsultasi berisiko mengalami lonjakan atau penurunan gula darah secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, konsultasi menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi.
Pengaturan obat yang tidak tepat dapat memicu hipoglikemia maupun hiperglikemia. Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah dan bisa menimbulkan gejala lemas hingga pingsan. Sebaliknya, hiperglikemia terjadi ketika gula darah meningkat terlalu tinggi dan berisiko menyebabkan komplikasi serius. Kedua kondisi tersebut tetap dapat terjadi selama Ramadan jika terapi tidak disesuaikan dengan pola makan baru.
Perubahan waktu sahur dan berbuka membuat tubuh mengalami jeda panjang tanpa asupan di siang hari. Sahur pada dasarnya merupakan pergeseran waktu sarapan, sedangkan berbuka adalah pergeseran waktu makan malam. Karena itu, jadwal obat biasanya disesuaikan mengikuti dua waktu makan utama tersebut. Namun, pengaturan ini harus dirancang bersama dokter agar tetap aman dan efektif.
Selain pengaturan obat, pola makan juga berperan besar dalam menjaga stabilitas gula darah. Porsi karbohidrat, sayur, dan buah perlu diperhatikan agar tidak memicu lonjakan gula darah saat berbuka. Pasien juga diingatkan agar tidak tergoda mengurangi dosis obat karena merasa makan lebih sedikit selama puasa. Keputusan sepihak justru dapat mengganggu kestabilan kadar gula darah.
Menurut dr. Andi, mayoritas penderita diabetes tetap dapat menjalani puasa dengan aman selama terapi dan pola makan terkontrol. Pemantauan gula darah secara rutin sangat dianjurkan untuk mengetahui respons tubuh selama berpuasa. Komunikasi yang baik antara pasien dan dokter menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan. Dengan pengawasan medis dan kedisiplinan, puasa tetap dapat dijalankan tanpa mengorbankan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....