Cuci Tangan 20 Detik Masih Jadi Standar Kesehatan
- 03 Feb 2026 21:45 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Di tengah meningkatnya kasus flu musiman, dokter kembali mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan benar selama 20 detik. Kebiasaan sederhana ini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah penularan berbagai penyakit infeksi. Banyak orang menganggap remeh durasi mencuci tangan dan melakukannya terlalu singkat. Padahal, teknik dan waktu mencuci tangan memegang peranan krusial dalam membunuh kuman.
Dokter keluarga di Lenox Hill Hospital, Northwell Health, Amerika Serikat, dr. Eric Ascher, menyebut tangan sebagai jalur utama penyebaran penyakit. Ia menjelaskan bahwa lebih dari 80 persen infeksi berpindah melalui tangan yang menyentuh permukaan terkontaminasi. Kuman kemudian masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau mulut. Karena itu, mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah sangat dianjurkan.
Aturan mencuci tangan selama 20 detik yang dikenal sejak pandemi Covid-19 masih relevan hingga kini. Menurut Ascher, durasi tersebut dibutuhkan agar sabun dan gesekan tangan bekerja secara optimal. Waktu yang cukup memungkinkan kuman terangkat dari permukaan kulit. Sebagai panduan, masyarakat dapat menghitung waktu dengan menyanyikan lagu “Happy Birthday” sebanyak dua kali.
Kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah mencuci tangan secara tidak menyeluruh. Banyak orang hanya membersihkan telapak tangan dan mengabaikan bagian lain. Padahal, sela-sela jari, punggung tangan, ujung jari, dan bawah kuku merupakan area yang sering menjadi tempat berkumpulnya kuman. Data dari CDC menunjukkan bahwa kuman di bawah kuku kerap menjadi sumber penularan yang tidak disadari.
Terkait suhu air, dokter menegaskan bahwa air panas atau dingin tidak menentukan efektivitas mencuci tangan. Faktor utama tetap pada penggunaan sabun, gesekan tangan, dan durasi mencuci tangan. Air hangat lebih disarankan karena nyaman dan mendorong orang mencuci tangan lebih lama. Sementara itu, air terlalu panas bisa membuat kulit kering dan iritasi.
| Baca juga: Tips Utama Pencegahan Influenza |
CDC juga menegaskan bahwa sabun biasa sudah cukup efektif untuk membersihkan kuman. Sabun antibakteri tidak memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat umum jika dibandingkan sabun biasa. Sabun bekerja dengan mengangkat kotoran dan mikroorganisme dari kulit. Gesekan tangan membantu melepaskan kuman agar mudah dibilas dengan air.
Meski praktis, hand sanitizer tidak dapat menggantikan cuci tangan dengan air dan sabun. Ascher menegaskan bahwa hand sanitizer hanya menjadi alternatif sementara saat air tidak tersedia. Beberapa jenis kuman, seperti norovirus, tidak sepenuhnya efektif dibunuh oleh sanitizer. Oleh karena itu, mencuci tangan selama 20 detik tetap menjadi kebiasaan sederhana dengan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....