Sering Terbangun Dini Hari, Ini Penjelasan Pakar

  • 03 Feb 2026 21:38 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kebiasaan terbangun pada pukul 2 atau 3 dini hari lalu sulit tidur kembali kerap dialami banyak orang. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran karena dianggap sebagai tanda gangguan kesehatan tertentu. Padahal, menurut pakar tidur, fenomena tersebut cukup umum terjadi dan tidak selalu berbahaya. Namun, bila terjadi berulang dan mengganggu aktivitas harian, kondisi ini perlu mendapat perhatian.

Pakar menjelaskan bahwa siklus tidur manusia memang cenderung lebih ringan pada dini hari. Pada fase tersebut, tubuh mulai bersiap menuju waktu bangun sehingga lebih mudah terjaga oleh rangsangan kecil. Stres, kecemasan, atau pikiran yang masih aktif juga dapat memperparah kondisi ini. Akibatnya, meski tubuh terasa lelah, otak justru sulit kembali memasuki fase tidur nyenyak.

Faktor gaya hidup turut berperan besar dalam kebiasaan terbangun dini hari. Konsumsi kafein berlebihan, penggunaan gawai sebelum tidur, serta jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Selain itu, kebiasaan tidur terlalu awal juga bisa menyebabkan seseorang terbangun lebih cepat dari yang diharapkan. Pola ini sering tidak disadari oleh penderitanya.

Dari sisi psikologis, stres dan kecemasan menjadi pemicu paling umum. Saat seseorang terbangun di dini hari, pikiran cenderung langsung aktif memikirkan pekerjaan, masalah pribadi, atau hal-hal yang menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini membuat tubuh masuk ke mode waspada dan menghambat rasa kantuk. Semakin dipaksakan untuk tidur, semakin sulit pula tubuh untuk rileks.

Pakar menyarankan agar seseorang tidak langsung panik ketika terbangun di dini hari. Jika tidak bisa tidur kembali dalam waktu sekitar 20 menit, sebaiknya bangun sejenak dan melakukan aktivitas ringan yang menenangkan. Membaca buku dengan cahaya redup atau melakukan latihan pernapasan dapat membantu tubuh kembali rileks. Menghindari menatap jam juga dianjurkan agar tidak menambah tekanan psikologis.

Menjaga kebersihan tidur atau sleep hygiene menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi ini. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, membatasi kafein di sore hari, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Pakar juga menyarankan mengurangi paparan cahaya biru dari layar gawai sebelum tidur. Kebiasaan sederhana ini terbukti berdampak besar pada kualitas istirahat.

Apabila kebiasaan terbangun dini hari berlangsung lama dan disertai kelelahan berat di siang hari, konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan. Gangguan tidur kronis dapat berkaitan dengan masalah kesehatan lain, baik fisik maupun mental. Dengan penanganan yang tepat, kualitas tidur dapat diperbaiki secara bertahap. Tidur yang cukup dan berkualitas tetap menjadi kunci penting menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....