Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Cegah Penularan Virus Nipah

  • 31 Jan 2026 15:17 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dinilai menjadi langkah paling utama dalam mencegah penularan virus Nipah yang kembali menjadi sorotan global. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa pencegahan berbasis kebiasaan sehari-hari jauh lebih efektif dibandingkan kepanikan berlebihan di tengah masyarakat. Hingga kini, belum tersedia obat antivirus maupun vaksin khusus untuk virus Nipah. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan dinilai sebagai strategi paling rasional dan aman.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan PHBS secara konsisten. Ia menyebutkan bahwa edukasi yang benar akan membantu publik tetap waspada tanpa menimbulkan keresahan. “Karena belum ada obat dan vaksin, pencegahan melalui PHBS adalah kunci utama,” ujar Piprim. Pernyataan tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk “Mengenal dan Mewaspadai Nipah” yang digelar IDAI dan diikuti Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Dalam kesempatan yang sama, IDAI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara rasional. Menurut Piprim, pemahaman yang tepat akan membuat masyarakat mampu memilah informasi dan tidak mudah panik. Sikap tenang dan disiplin dalam menerapkan kebiasaan sehat dinilai jauh lebih bermanfaat. IDAI pun terus mendorong edukasi publik agar upaya pencegahan dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI sekaligus Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A., Subsp.IPT., CTH, menyoroti pentingnya kebersihan tangan dan keamanan pangan. Ia menyebut dua hal tersebut sebagai langkah paling krusial dalam memutus rantai penularan virus Nipah. “Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah langkah paling sederhana, tetapi sangat efektif,” ujar Dominicus. Kebiasaan ini perlu diterapkan secara disiplin dalam aktivitas sehari-hari.

Dominicus menjelaskan bahwa virus Nipah dapat menular melalui cairan tubuh hewan terinfeksi maupun makanan yang terkontaminasi. Buah-buahan yang terkena air liur atau gigitan kelelawar berpotensi menjadi media penularan virus. “Buah harus dicuci bersih dan dikupas sebelum dikonsumsi, serta hindari buah yang sudah tergigit hewan meskipun terlihat masih layak,” katanya. Selain itu, daging hewan wajib dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

IDAI menegaskan bahwa langkah pencegahan virus Nipah berlaku untuk seluruh kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Orangtua diminta membiasakan anak menerapkan PHBS sejak dini agar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari. “Kebiasaan mencuci tangan dan memilih makanan yang bersih harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak,” ujar Piprim. Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam membentuk kebiasaan sehat terse

Selain pencegahan, masyarakat juga diimbau untuk mengenali gejala awal virus Nipah dan segera mencari pertolongan medis jika kondisi memburuk. Gejala awal dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan rasa tidak nyaman pada tubuh. Dominicus mengingatkan bahwa pada sebagian kasus, kondisi dapat memburuk dengan cepat hingga menyebabkan gangguan kesadaran atau gangguan pernapasan berat. “Waspada itu perlu, tetapi panik tidak membantu,” ujar Piprim, menegaskan kembali pentingnya sikap tenang dan rasional dalam menyikapi ancaman virus Nipah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....