Edukasi Seksual Dini Lindungi Remaja Maluku dari HIV
- 26 Jan 2026 08:52 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Remaja usia sekolah di Maluku kini menghadapi risiko tinggi terjerumus dalam perilaku yang dapat memicu penularan HIV. Kondisi ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat masa remaja merupakan fase penting pembentukan karakter dan perilaku hidup sehat.
Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, Chris Hutubessy, menegaskan bahwa upaya pencegahan HIV harus dimulai sejak dini. Menurutnya, keluarga dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentengi remaja dari perilaku berisiko.
Chris mengungkapkan, saat ini cukup banyak remaja usia produktif yang sudah terpapar perilaku berisiko terkait HIV. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan pendampingan terhadap remaja masih perlu diperkuat secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa edukasi harus dimulai dari rumah dan kemudian diperkuat di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga pendidik dinilai sangat penting agar pesan pencegahan dapat diterima dengan baik oleh remaja.
Menurut Chris, edukasi seksual yang tepat menjadi kunci utama untuk mencegah seks bebas serta penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Pemahaman yang benar akan membantu remaja mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan pentingnya meluruskan pemahaman terkait HIV, salah satunya stigma terhadap keluarga dengan HIV positif. Chris menegaskan, jika orang tua mengidap HIV, bukan berarti anaknya otomatis tertular, sehingga diskriminasi tidak boleh terjadi.
Chris berharap, dengan peran aktif keluarga dan pendidikan yang berkelanjutan, remaja Maluku dapat terhindar dari perilaku berisiko HIV. Ia optimistis kesadaran akan kesehatan reproduksi yang lebih baik dapat mendorong lahirnya generasi muda Maluku yang sehat dan berdaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....