Takut Dikucilkan, Tes HIV Masih Dihindari Warga
- 24 Jan 2026 18:45 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Ketakutan masyarakat untuk menjalani tes HIV masih tergolong tinggi di Maluku. Banyak warga enggan memeriksakan diri karena khawatir akan stigma dan pengucilan sosial jika diketahui melakukan tes tersebut.
Fakta ini diungkapkan Kepala Seksi P2PM Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Farudia Sanaky. Ia menyebutkan bahwa tantangan utama dalam pengendalian HIV saat ini bukan pada ketersediaan layanan kesehatan, melainkan pada keberanian masyarakat untuk bersedia melakukan tes.
Menurut Farudia, rendahnya partisipasi masyarakat dalam tes HIV bukan disebabkan oleh keterbatasan fasilitas atau tenaga kesehatan. Sebaliknya, rasa takut akan dikucilkan oleh lingkungan sekitar menjadi faktor dominan yang membuat masyarakat memilih menghindari pemeriksaan.
“Banyak yang khawatir dikucilkan jika diketahui melakukan tes. Padahal tes HIV merupakan langkah awal yang sangat penting untuk pencegahan dan pengobatan,” kata Farudia.
Ia menegaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait penularan HIV. Farudia memastikan virus HIV tidak menular melalui aktivitas sosial sehari-hari yang umum dilakukan.
Dijelaskannya, bersalaman, duduk bersama, makan bersama, atau beraktivitas di satu tempat yang sama tidak menyebabkan penularan HIV. Risiko penularan hanya terjadi melalui kontak darah, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta hubungan seksual berisiko.
Farudia juga menekankan bahwa dengan pengobatan yang rutin dan teratur, orang dengan HIV dapat tetap hidup sehat, beraktivitas normal, serta produktif seperti masyarakat pada umumnya. Ia berharap masyarakat tidak lagi takut untuk melakukan tes dan mulai membangun pemahaman yang benar terkait HIV.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....