Penyebab Kekurangan Natrium dan Risikonya

  • 12 Des 2025 21:53 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Natrium adalah mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi saraf, dan kontraksi otot. Para dokter menekankan bahwa kekurangan natrium dalam darah, atau hiponatremia, dapat terjadi ketika kadar natrium berada di bawah 135 mEq/L akibat ketidakseimbangan antara natrium dan cairan dalam tubuh.

1. Penyakit Addison

Menurut dokter spesialis endokrinologi dan metabolik, gangguan pada kelenjar adrenal seperti Penyakit Addison dapat mengurangi produksi hormon aldosteron yang penting untuk menjaga keseimbangan natrium dan cairan tubuh. Ketidakseimbangan ini dapat memicu hiponatremia euvolemik.

2. Minum Terlalu Banyak Air

Dokter juga memperingatkan bahwa konsumsi cairan yang berlebihan, terutama air putih dan minuman lain tanpa memperhitungkan natrium, dapat membuat kadar natrium di dalam darah menjadi terlalu encer.

3. Dehidrasi

Dokter menyebutkan bahwa dehidrasi akibat kehilangan cairan melalui aktivitas berat atau paparan suhu ekstrem juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit seperti natrium, sehingga memicu hiponatremia.

4. Muntah atau Diare Berat

Masalah pencernaan seperti muntah dan diare berat dapat menyebabkan kehilangan besar natrium dan cairan tubuh, yang termasuk dalam hiponatremia hipovolemik. Jika tidak ditangani segera oleh dokter, kondisi ini dapat menjadi serius, terutama pada anak-anak.

5. Masalah Jantung, Ginjal, dan Hati

Dokter spesialis ginjal atau nefrologi seperti Dr. dr. Riri Andri Muzasti, Sp.PD-KGH yang berpengalaman menangani gangguan elektrolit menyatakan bahwa penyakit ginjal, gagal jantung, atau gangguan hati dapat mempengaruhi kerja ginjal dalam mengatur cairan dan natrium.

6. SIADH (Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone)

Ahli endokrinologi juga menerangkan bahwa produksi hormon antidiuretik yang berlebihan dalam kondisi SIADH dapat membuat tubuh menahan terlalu banyak air. Akibatnya, ginjal menahan cairan dan kadar natrium menjadi rendah.

7. Referensi Dokter Internasional

Dalam konteks klinis internasional, Dr. Joel Topf, MD dikenal sebagai dokter yang membahas hiponatremia secara rinci dalam praktik klinis, terutama dalam membedakan penyebab hiponatremia yang kompleks.

Para dokter menekankan pentingnya konsultasi medis segera jika muncul gejala seperti mual, lemas, sakit kepala, bingung, atau kejang. Diagnosis dan penanganan tepat oleh dokter dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat hiponatremia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....