Efek Minum Kopi yang Tidak Disadari Banyak Orang

  • 29 Nov 2025 15:40 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Kopi sering menjadi teman setia dalam berbagai momen, seperti saat bekerja, saat mengobrol santai, atau sekadar sebagai penghilang kantuk di pagi hari.

Namun, di balik kenikmatan itu, ada sejumlah efek yang jarang disadari dan sering kali baru terasa ketika tubuh mulai memberi sinyal tidak nyaman, sensasi gelisah, jantung berdebar, sulit tidur, atau mood yang berubah-ubah kadang dianggap remeh, padahal bisa jadi kopi adalah pemicunya.

Dilansir dari Time.com, inilah beberapa efek dari minum kopi terhadap tubuh dan pikiran.

1. Jantung Berdegup Lebih Cepat Tanpa Disadari

Salah satu efek paling umum dari kafein adalah peningkatan denyut jantung.

Banyak orang menganggap hal ini sebagai reaksi normal, tetapi sebenarnya jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya adalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja ekstra keras.

Kafein merangsang sistem saraf pusat, menyebabkan adrenalin meningkat.

Ketika adrenalin naik, tubuh masuk ke mode “waspada” meskipun tidak ada ancaman.

Jika terlalu sering terjadi, kondisi ini dapat membuat seseorang mudah gugup, sulit tenang, atau merasa cemas tanpa sebab jelas.

2. Gelisah dan Tidak Bisa Diam Setelah Minum Kopi

Rasa gelisah yang muncul setelah minum kopi bukan kebetulan. Beberapa orang lebih sensitif terhadap kafein, sehingga tubuhnya merespons dengan cara yang cukup kuat.

3. Kesulitan Tidur Meski Sudah Lelah

Kafein memiliki waktu paruh yang panjang, yaitu sekitar 4–6 jam. Artinya, meski Anda meminumnya pada siang hari, efeknya bisa bertahan hingga malam ketika Anda seharusnya sudah beristirahat.

Tidak sedikit orang yang sebenarnya mengantuk, tetapi tubuhnya tidak bisa masuk ke mode rileks karena masih berada di bawah pengaruh kafein.

4. Ketergantungan Kafein Tanpa Disadari

Munculnya sakit kepala ketika tidak minum kopi adalah tanda ketergantungan kafein.

Tubuh terbiasa dengan stimulasi harian, sehingga ketika dosisnya berkurang, saraf menjadi lebih sensitif dan memicu gejala seperti mudah marah, lesu, kesulitan konsentrasi dan sakit kepala di area pelipis atau belakang kepala.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....