Dekatkan Layanan, RSKD Maluku Kenalkan Tiga Platform
- 26 Jun 2025 11:57 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Maluku, Klinik Utama Lawamena Bhakti Kesehatan Maluku, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy melaunching tiga aksi perubahan terkait dengan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi Angkatan ke-XIII yaitu Teko Sehat Siwalima, Tabaos, dan Si Pameri.
Direktur RSKD Provinsi Maluku dr.Sherly Yakobus mengatakan khusus dari RSKD, selain dilanching Teko Sehat Siwalima, ada juga dua platform lainnya yaitu Barcode Siwalima dan Hotline Siwalima dengan tujuan memperpendek layanan.
Dijelaskan, Teko Sehat Siwalima atau Telekonsultasi Kesehatan Mental untuk Sehat Jiwa merupakan aplikasi yang disebarkan ke lebih dari 200 puskesmas di Maluku guna memudahkan dokter dan perawat dalam mengkonsultasikan pasien, dan RSKD akan menindaklanjuti sesuai asesment awal dari konsultasi itu agar pasien bisa tertangani.
“Dari konsultasi keluarlah suatu penatalaksanaan, dimana jika pasien perlu obat kita keluarkan obat lalu kita kirim ke kabupaten,” ujarnya.
Sementara plaform kedua yaitu Barcode Siwalima, berguna untuk skrining atau deteksi dini bagi masyarakat dan hasilnya dikirimkan langsung ke email. Jika hasil skrining ada gejala gangguan akan langsung diarahkan ke layanan kesehatan terdekat misalnya Puskesmas atau RSKD.
Platform ketiga yaitu Hotline Siwalima, menggunakan metode WhatsApp dengan tujuan mengetahui informasi kesehatan jiwa bahkan layanan yang ada di RSKD Maluku.
“Kendala yang ditemui di lapangan khsususnya di kabupaten yang jauh itu belum memiliki infrastruktur yang baik misalnya gadget atau komputer, bahkan sinyal yang belum merata. Kita akan terus melakukan sosialisasi dan simulasi tentang platform ini agar dapat dijalankan dengan baik,” jelas dr.Sherly.
Diharapkan peluncuran aplikasi ini dapat meningkatkan layanan kesehatan mental di Provinsi Maluku, karena kesehatan mental atau jiwa seringkali dikaitkan dengan stigma atau pandangan negatif di masyarakat. Disamping itu, pasien yang ada di kabupaten dapat tertangani dengan baik dan mendapatkan informasi terkait layanan kesehatan.
“Paling penting itu bisa mendeteksi dini kesehatan jiwa sehingga tidak menjadi ganguan jiwa yang berat,” ujarnya menutup obrolan.