Gangguan Kepribadian Narsistik Mulai Banyak Ditemukan Dalam Interaksi

  • 01 Jun 2025 20:50 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon : Akhir-akhir ini kita sering mendengar tentang istilah NPD yang merupakan singkatan dari salah satu gangguan kepribadian Narcissistic Personality Disorder.

Dalam psikologi, NPD merupakan istilah yang merujuk pada kondisi mental seseorang. Seseorang dengan NPD mempunyai perasaan yang berpusat pada kepentingan dirinya sendiri.

"Dari pengertiannya saja dapat dipahami bahwa seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik biasanya memiliki minat serta kekaguman yang berlebihan kepada diri sendiri," tutur Nur Ria Handayani, Psikolog di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Minggu (1/6/2025).

Lebih jauh Handayani menjelaskan bahwa, pengertian tersebut juga mengandung makna bahwa salah satu tanda kepribadian yang narsistik adalah mengagumi diri sendiri secara berlebihan.

Tanda atau gejala dari gangguan NPD, antara lain :

1. Selalu merasa superior atau lebih unggul dari orang lain, sehingga sering meremehkan dan merendahkan orang lain

2. Tidak memiliki empati terhadap perasaan, pikiran, serta pendapat orang lain.

3. Selalu haus akan pujian

4. Tidak mau menerima masukan/kritik dari orang lain, sekalipun masukan tersebut bersifat konstruktif.

5. Bersikap manipulatif

6. Mendistorsi dan melakukan kebohongan untuk mendukung kepentingannya sendiri.

7. Sulit untuk mengakui kesalahannya.

Penyebab pasti dari Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD) belum sepenuhnya dipahami. namun menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Australian Government Department of Health, gangguan kepribadian narsistik dipicu oleh faktor genetik, pengalaman anak usia dini, dan faktor psikologis. Hal-hal tersebut meliputi:

1. Pola asuh yang tidak sensitif. Bisa saja terlalu otoriter, dan tidak memberikan ruang untuk anak dalam menyampaikan pendapatnya.

2. Terlalu memuji dan memanjakan secara berlebihan. Artinya, ketika orangtua sangat fokus pada bakat tertentu atau penampilan fisik anak, sehingga menjadi pemicu dari masalah rasa percaya diri dan bagaimana anak menghargai nilai dirinya.

3. Kelalaian dalam pola pengasuhan.

4. Kritik yang berlebihan.

5. Trauma. Mungkin yang bersangkutan pernah mengalami peristiwa yang berat dan traumatik sehingga membawa dampak negatif bagi dirinya.

6. Penempatan harapan dan ekspektasi yang sangat tinggi dari orang sekitar.

"Saat berhadapan dengan orang yang memiliki kecenderungan mengidap NPD ini tentunya akan cukup menguras energi psikologis dan melelahkan bagi orang-orang sekitarnya," ungkap Handayani.

Ia memberikan beberapa tips dalam menghadapi orang yang menderita NPD antara lain :

• Tetapkan batasan dalam berhubungan. Artinya, perlu diingat bahwa bukan tugas atau tanggung jawab Anda untuk mengendalikan emosi orang lain.

• Cobalah untuk memberikan komentar dengan hati-hati dan kata-kata yang positif.

• Hindari perdebatan langsung dengan penderita narcissistic personality disorder karena akan terasa sia-sia. Jika emosinya tidak terkontrol, cobalah untuk meresponnya dengan tenang.

• Jalin hubungan erat dengan teman-teman lain yang bisa membawa energi positif.

"Diagnosis mengenai kesehatan mental harus melalui pemeriksaan oleh ahlinya, baik psikolog maupun psikiater," tutup Handayani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....