Fenomena Bunuh Diri Akibat Kesenjangan Diri yang Dalam
- 10 Apr 2025 19:33 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Fenomena bunuh diri belakangan ini kembali menyita perhatian publik. Kasus bunuh diri tidak terlepas dari kondisi kejiwaan seseorang, khususnya terkait dengan self-discrepancy atau kesenjangan diri.
Mengutip teori dari E. Tory Higgins, Handayani menjelaskan bahwa seseorang mengalami tekanan batin ketika terdapat ketidaksesuaian antara gambaran ideal dirinya dengan kenyataan yang ia hadapi.
“Ketidaksesuaian ini bisa menciptakan ketidakseimbangan jiwa yang memicu ekspresi negatif seperti malu, kecewa, hingga depresi berat yang berujung pada bunuh diri,” tutur Nur Ria Handayani, S.Psi., M.Psi.,Psikolog di RSUD dr. M. Haulussy AmbonPrn
Handayani mengatakan, beberapa faktor penyebab bunuh diri di antaranya adalah gangguan mental seperti depresi dan PTSD, penyalahgunaan NAPZA, penyakit parah, masalah hidup berat, kekerasan seksual, hingga masalah hukum.
Gejala orang yang memiliki keinginan bunuh diri pun bermacam-macam, seperti berbicara soal kematian, berpamitan, menarik diri dari lingkungan, menyimpan benda berbahaya, hingga menunjukkan penurunan performa yang signifikan.
“Namun, tidak semua gejala ini bisa langsung terlihat. Banyak orang menyembunyikan keinginan bunuh diri dengan sangat baik,” ungkap Handayani.
Handayani juga menekankan pentingnya pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini. “Bercerita kepada orang terpercaya, mengikuti konseling, dan tidak ragu meminta bantuan profesional adalah langkah-langkah penting dalam menghindari keputusan fatal,” tutup Handayani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....